Lancur Susanto Puji Kinerja Dinkes Pacitan Dalam Penanganan Wabah Leptospirosis
Pacitan – Leptospirosis masih menjadi momok menakutkan di Kabupaten Pacitan. Tentu wabah tersebut tak hanya cukup ditangani satu instansi semata.
Perlunya penanggulangan secara pentahelix sistem. “Perlunya keterlibatan semua pihak dalam penanganannya.
Karena leptospirosis ini sebuah wabah. Perlu adanya kesigapan kita bersama,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Pacitan, Lancur Susanto, menanggapi wabah penyakit Leptospirosis, Kamis (9-3-2023).
Menurut Lancur, masyarakat diharapkan lebih mengedepankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Itu salah satu kunci dari sebuah keberhasilan dalam penanganan kasus leptospirosis yang detik ini masih mewabah.
“Saya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Kesehatan yang selalu memberi pemahaman-pemahaman dan promosi kesehatan untuk memberi penyadaran tentang pentingnya kesehatan,” tutur anggota DPRD tiga periode ini.
Tindakan promosi kesehatan yang dilakukan Dinkes, sebagai contoh kegiatan -kegiatan melalui puskesmas.
“Seperti di Puskesmas Nawangan dan Puskesmas Pakis Baru misalnya. Mereka masif dan sigap dalam melakukan koordinasi. Demikian juga Dinkes yang selalu mengedukasi segala permasalahan kesehatan terhadap masyarakat,” puji Lancur.
Terkait terjadinya kepadatan populasi tikus, tentunya bukan hanya tugas dari Dinkes semata. “Perlunya kebersamaan semua pihak. Utamanya menjaga kebersihan lingkungan rumah tinggal. Jangan sampai menjadi sarang tikus.
Dan terkait Leptospirosis perlunya penelitian dan hasil laboratorium. Apakah memang di sebabkan oleh tikus atau hewan serta media lainnya.
Tetapi yang terpenting adalah PHBS yang harus dilakukan oleh masyarakat,” tandasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan