Meski Pandemi, Ekspor Produk Olahan Peternakan Tetap Eksis dan Diminati Pasar Luar Negeri

JAKARTA – LIPUTAN68.COM – Kinerja ekspor pertanian terus menunjukkan kinerja positif meski dihantam badai pandemi, setelah Juli tahun ini mengalami pertumbuhan sebesar 24,10% dibanding bulan sebelumnya. Kali ini kinerja ekspor pertanian kembali datang dari produk olahan peternakan (unggas), satu kontainer berisi 6 Ton Varian Produk Olahan Peternakan milik PT. Malindo Food Delight secara perdana tembus ke pasar Jepang.

Saat melepas ekspor tersebut, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan pertanian Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk memenagkan pasar ekspor, bahkan produk olahan peternakan juga menyimpan potensi untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor unggulan.

“Ini tandanya kita mampu untuk tetap maju, tidak menyerah melawan pandemi untuk kemajuan bangsa dan rakyat, saya siap dan saya pastikan Kementerian Pertanian akan terus mendukung langkah ini, jangan dilihat dari besar kecilnya, tidak ada yang besar tanpa melalui langkah kecil” ungkap Syahrul di Pabrik PT. Malindo Food Delight – Kota Delta Mas, Cikarang, Selasa (1/9).

Ekspor daging ayam olahan ke Jepang, lanjut Syahrul, dapat menjadi pembuktian bahwa industri ayam olahan Indonesia sudah sangat maju sehingga mampu menembus pasar Jepang yang dikenal sebagai negara pemegang keamanan pangan yang tinggi.

“Ekspor ini adalah sebuah prestasi, mengingat Jepang termasuk negara yang paling ketat dalam hal keamanan pangan, dan semua produk yang kita ekspor ini telah disertai Sertifikat Veterinary Health Certificate (VHC) sebagai jaminan kemanan pangan dari Indonesia kepada Jepang” terang Syahrul.

Syahrul menyebut, potensi pasar produk makanan olahan berbasis unggas di Jepang maupun negara lainnya masih sangat terbuka lebar. Ia berharap agar seluruh pihak dapat secara cerdas memanfaatkan peluang – peluang pasar yang dibentuk akibat pademi covid 19 saat ini.

“Dengan keberhasilan kita menembus pasar Jepang ini, Indonesia akan lebih percaya diri untuk memasuki pasar di negara-negara lain. Sesuai arahan Presiden jangan ada yang diam, semua harus bergerak, targetnya meningkat 10 kali lipat, saya berharap kita semua dapat menjaga konsistensi mutu dan efisiensi sehingga dapat terus bersaing di pasar Internasional” tegas Syahrul.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *