Liputan KOLOM

Ir H Soekirman Dan Juru Among Tani Desa

Ditulis oleh Liputan68 pada 1 Desember 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Oleh: Dr Purwadi M.Hum

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara – LOKANTARA Hp 087864404347)

A. Sergai Sebagai Lumbung Padi.

Bumi kelahiran Ir H Soekirman yaitu Tualang Perbaungan Serdang Bedagai. Tanggal 6 April 1955 merupakan hari pertama kali Soekirman hadir di dunia raya.

Suasana pedesaan terasa betul dalam kehidupan Soekirman. Desa Pagarjati Lubukpakam lantas menjadi tempat tinggal Soekirman masa kanak kanak. Desa Pagarjati bersebelahan dengan Perbaungan. Di sana warga sibuk bekerja di sawah. orang tiap hari selalu bertani, beternak, berkebun.

Lembu, kambing, ayam, itik menjadi penghasilan tambahan. Malah ayah Soekirman memiliki gerobak yang ditarik dua ekor lembu. Jiwa petani tumbuh di hati sanubari Soekirman muda.

Sambil mencangkul di sawah, petanu berdendang ria. Lagu jago Kluruk berkumandang bersamaan dengan angin sumilir pagi hari.

Ing wayah esuk jagone kluruk, rame swarane pating kemruyuk, adhuh senenge sedulur tani, bebarengan padha nandur pari.

Srengenge nyunar ngulon parane, manuke ngoceh ana wit witan, pating cemruwit seneng atine, tambah asri dunya saisine.

Pada masa kecil yang menyenangkan itu, Soekirman terbiasa dengan tanaman padi, jagung, pohung. Ayahnya bernama Pak Ngadimin, seorang petani kluthuk, yang ahli petung Kejawen. Pak Ngadimin juga berbakat dalam akting seni ketoprak.

Pedesaan merupakan basis kemandirian nasional. Gagasan tentang Kemandirian masyarakat diuraikan Ir H Soekirman pada tanggal 27 Nopember 2020. Bertempat di rumah kayu, Jl Suka Tenang Medan Sumatera Utara. Acara diskusi sosial ini dalam mencari bentuk pemberdayaan demi kesejahteraan rakyat yang tinggal di kawasan pedesaan.

Para aktivis pertanian menyempatkan untuk bergabung. Hadir pula tokoh millenial, yakni Tengku Muhammad Ryan Novandi B.Bus.M.Ib. Tokoh pemuda ini memiliki visi misi yang cemerlang atas problematika mutakhir. Pendidikan, pengalaman dan pengetahuan tokoh millenial ini memang handal. Tengku Ryan Novandi selalu tampil cerdas tangkas cermat bersahaja. Orang desa tentu jadi bersimpati.

Pertanian di Sergai berlangsung berabad abad. Keutamaan mengalir dari leluhur. Kasultanan Serdang leluhur Tengku Muhammad Ryan Novandi. Nilai keagungan dan keanggunan yang terwariskan menjadi suri teladan. Tuanku Sultan Umar Johan Pahlawan Alam Shah mendirikan Kerajaan Serdang pada tahun 1723 disangga dengan bidang pertanian.

Peradaban tani penting untuk dibahas. Bobot diskusi sangat menarik ketika narasumber pokok berbicara. Dr Tengku Erry Nuradi M.Si, Gubernur Sumatera Utara tahun 2013 – 2018 ini memberi paparan yang jelas tegas tuntas. Karya beliau selama menjabat Bupati Serdang Bedagai tahun 2005-2013 tertanam kuat di hati rakyat. Masyarakat desa berjumlah besar.

Dukungan masyarakat desa amat menentukan bagi keberhasilan seorang pemimpin. Kepercayaan rakyat pada Tengku Erry Nuradi ini bertambah mantab setelah memimpin Propinsi Sumatera Utara. Wejangan Dr Tengku Erry Nuradi M.Si mencerahkan peserta. Inilah kelebihan orang yang halus berperi bijak bestari. Pantun melayu memberi nasihat keutamaan orang desa.

Semua sepakat pedesaan menjadi soko guru atau tulang punggung perkotaan. Topik diskusi memang menarik. Usulan dan saran datang dari sesepuh Sergai. Perintis pemekaran Kabupaten Sergai bernama David Purba. Saat itu bersamaan dengan hari ulang tahunnya, 27 Nopember 2020. Kue tart pun dibagi. Sejenak acara diskusi ini pun bertambah meriah. Jiwa yang bergelora di hati David Purba selembut dengan kue hidangan. Kajian sosial ekonomi pun berlanjut. Situasi tegang memanas kembali. Tema pedesaan mendinginkan panasnya diskusi.

Kegiatan pengabdian untuk masyarakat desa perlu program berkelanjutan. Pendukung acara dilakukan oleh Ali Amran. Aktivis dari ormas terkemuka ini lama malang melintang dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Jaringan sosial berkelas luas. Dari sentuhan tangannya muncul ragam gagasan dan tindakan yang bermutu tinggi. Lebih dari itu, mereka menyadari kelompok tani yang tidak bersuara.

Desa kota perlu adanya keselarasan. Publik sudah mengetahui kiprah agung seorang Junaidi. Kini dia mengelola kegiatan yang layak diberitakan lewat media sosial. Pemberitaan media sosial kini meliputi biografi para tokoh, sejarah Kabupaten, peristiwa budaya, gelar seni, kontribusi pendidikan. Dengan tujuan berhasil mencapai sebuah peradaban yang mulia. Menurut Ir H Soekirman, hubungan harmonis desa kota memperkuat program pemberdayaan.

Adat bersendikan sarak. Sarak bersendikan kitabullah. Para tokoh tersebut ada yang pernah mendapat gelar adat. Bergelar nama adat, agar dirinya beradat dan beradap. Maka pada diri penyandang gelar ada kewajiban mengembangkan keluhuran budaya adi luhung. Budaya agraris sudah mengakar kuat

Tradisi agraris multi perspektif. Pendapat yang kreatif, produktif dan aktif muncul dari Wahyudi. Pemikiran yang dikemukakan senantiasa mengagumkan. Logika etika estetika yang diutarakan memenuhi konsep kebenaran kebaikan keindahan. Pastas sekali Wahyudi ini menjadi penggerak sosial ekonomi yang mumpuni. Orang desa menurut Wahyudi memang sederhana.

Keyakinan Wahyudi ada benarnya. Hidup mesti berguna bagi sesama. Sebagai alumni STIP, Sekolah Tinggi Ilmu Publistik tentu saja Wahyudi piawai dalam bidang komunikasi. Kecakapan ini berguna saat dirinya memimpin organisasi LSM BITRA yang tangguh di wilayah kota Medan. Tak segan segan dia terjun di pelosok lapangan.

Berpikir tentang pertanian merupakan aktivitas kebaikan. Makin malam bahasan makin mendalam. Dialog sosial ekonomi berjalan, dengan penuh semangat. Suasana malam yang dingin disertai hujan gerimis, seolah olah tak dirasakan. Hangatnya topik pembahasan, mengusir rasa ngantuk, pegel, penat. Apalagi kopi, teh, camilan setia mengawani. Debat sengit disertau gelak ketawa berlangsung hingga pukul 02.00 dini hari. Waktu yang panjang digunakan untuk membahas tema berbobot. Demi petani badan penat tak peduli.

Penyambung lidah petani bisa siapa saja. Pemikiran yang terhimpun dalam diskusi berguna untuk melakukan pemberdayaan. Butir butir pemikiran cemerlang dari praktisi, pengamat dan pakar merupakan sumbangan yang berharga. Petani memang membutuhkan juru bicara.

Bidang pertanian mungkin perlu kiranya dilacak secara historis. Bagaimana pasang surut perjalanan LSM pertanian yang tumbuh di kota Medan dan sekitarnya. Agar diperoleh pemahaman yang sepuh utuh tangguh. Sebagian besar warga Serdang Bedagai bekerja sebagai petani. Diharapkan Sergai menjadi pusat lumbung padi.

Lumbung Desa pra tani padha makarya, ayo dhi. Njupuk pari nata lesung nyandhak alu, ayo yu. Padha nutu yen wis rampung nuli adang, ayo kang. Dha tumandang nyosoh beras ana lumpang.

Nyanyian itu kerap berkumandang di wilayah desa. Pak Ngadimin mengajari Soekirman dengan tembang pertanian.

B. Desa Tempat Produksi Pangan.

Pembangunan wilayah desa menurut Ir H Soekirman harus diutamakan. Kesadaran sejarah tani amat penting dipahami. Ir H Soekirman terlebih dulu mengajak untuk berkaca pada kiprah para pendiri bangsa. Konsep tentang kemandirian sudah berlangsung dari generasi ke generasi. Harus diwujudkan swasembada pangan nasional.

Murah sandang pangan papan cita cita semua bangsa. Dalam sejarah perjuangan dikenal adanya istilah Trisakti. Makna Trisakti meliputi tiga hal. Berdaulat dalam bidang politik, mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan. Konsep trilogi ini baik kiranya direnungkan bersama. Refleksi menjadi sarana melakukan aksi. Jangan lupa terwujudnya pangan yang mandiri.

Ir H Soekirman membaca sejarah perjuangan bangsa. Penjelasan arti penting makna Trisakti disampaikan oleh Dr Radjiman Widyadiningrat pada tanggal 23 Mei 1945. Beliau adalah Ketua BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Sendi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dibahas secara mendalam, menukik, menyeluruh. Rakyat yang tinggal di pedesaan harus selalu diperhatikan.

Kenyataan berbicara bahwa pertanian kekuatan utama bangsa. Olah fakta, olah faktor, olah fungsi dan olah peran. Berpijak pada fakta historis itu, Ir H Soekirman Bupati Sergai membuat wadah kegiatan sosial. Pada tahun 1980 Soekirman bertugas sebagai guru STM Pertanian Lubuk Pakam Deli Serdang. Ketika menjadi guru, Soekirman berkenalan dengan petugas petugas penyuluh lapangan atau PPL teladan. Namanya Rahmad Sutrisno. Murid murid STM dibawa ke desa desa untuk praktek tanam. Mereka menggunakan metode Playing by learning.

Gotong royong dha tumandang gawe, ambangun jiwa Ambangun negara, Nusa bangsa ing nusantara. Lanang wadon sarta tuwa muda. Sengkut gya gumregut ngayahi kewajiban.

Lagu Pak Ngadimin itu memberi semangat pada Soekirman. Gotong royong mbangun desa. Blusukan ke wilayah pedesaan itu memperkaya gagasan besar. Muncul ide untuk mendirikan wadah kelembagaan. Organisasi ini diberi nama BINTARNI. Singkatan dari Bina Taruna Tani. Pendirian BINTARNI merupakan inspirasi dari BinaDesa Jakarta. Pada tahun itu pula PERHEPI, Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia mengadakan seminar. Aktivitas seminar ini melibatkan LSM. Soekirman terlibat sebagai voluntir kepanitiaan. Bakat pertanian Soekirman pun tersalur.

Bertani dan berkebun merupakan kegiatan produktif. Dukungan dari berbagai pihak mengalir. BINTARNI mendapat perhatian dari Sumartoyo dari Bintaran Yogyakarta. Hidupnya amat sederhana. Sering pakai sarung. Beliau memimpin Yayasan Tani Pancasila. George Junus Aditjondro lama berguru pada Sumartoyo yang ahli ekonomi kerakyatan. Pernah pada tahun 2017 Soekirman dan Marilah istrinya, berkunjung ke Rumah sakit Besthesda Yogyakarta. Saat itu George Junus Aditjondro sedang dirawat.

LSM pertanian tumbuh di mana mana. Kiprah BINTARNI sungguh monumental. Patut ditiru, pantas dicontoh. BINTARNI membangun Pompa Hidram di Kotarih secara gotong royong. Camat Kotarih Robin Hotapea memberi sokongan penuh. Masyarakat cancut gumregut bersatu padu hendak maju. Berkat kesuksesan membangun Pompa air ini Robin Hotapea dipromosikan sebagai camat Sei Rampah. Soekirman pun namanya juga terangkat.

Perhatian sektor pertanian menarik kelas menengah. Peran LSM bersinar terang. Karier LSM Medan Sumatera Utara semakin cerah dengan berdirinya BITRA pada tanggal 26 Pebruari 1986. BITRA adalah Bina Ketrampilan Desa. Kelahirannya bersamaan dengan Marcos lengser dari kursi kepresidenan Philiphina. Kelahiran BITRA bareng dengan naiknya kepemimpinan Presiden Qory Aquino. Ngurus pertanian boleh juga berwawasan global.

Struktur organisasi hendaknya rapi. Kelancaran organisasi didukung fasilitas yang memadai. BITRA bermarkas di Jl air bersih ujung 22/ 181 kelurahan Binjai kecamatan Denai Medan, kota Medan. Soekirman bertindak sebagai direktur. Kepemimpinan Soekirman selalu mengutamakan kebersamaan kemitraan. Ir H Soekirman meyakini untungnya persahabatan.

Pepatah mengatakan. Berakit rakit ke hulu, berenang renang ke tepian. Bersakit sakit dahulu, bersenang senang kemudian. Sumbangan tenaga pikiran tindakan Soekirman berbuah kemuliaan. Orang harus menanam budi baik. Gajah mati meninggalkan gading. Manusia mati meninggalkan nama yang harum. Perhatikan pada petani perlu kesadaran.

Hari bersejarah telah tiba. Pada tanggal 28 Oktober 1990 Soekirman terpilih sebagai pemuda pelopor nasional. Presiden Soeharto mengundang ke istana Negara. Peringatan hari sumpah pemuda itu dihadiri oleh Menteri Penerangan Harmoko, Menteri Dalam Negeri Rudini, Menteri Pemuda dan Olahraga Akbar Tanjung, menteri Sosial Haryati Soebadio. Mereka pangembating praja yang misuwur. Soekirman punya jaringan LSM pertanian tingkat nasional.

Tinta emas mencatat kiprah bidang pertanian Soekirman. Direktur BITRA mengharumkan nama Propinsi Sumatera Utara. Seleksi ketat atas pemuda pelopor itu hanya memilih pemuda terbatas. Hanya 10 pemuda pelopor dari seluruh wilayah Indonesia. Soekirman membuktikan bahwa pertanian itu menjanjikan.

Soekirman memberi teladan yang pantas. Organisasi yang baik selalu ada regenerasi kepemimpinan. Berturut turut direktur BITRA yakni Soekirman, Job Purba, Sabastian Saragih, Safaruddin Siregar, Diana. Mereka menggerakkan masyarakat agar mandiri berdikari. Masyarakat desa selalu diutamakan.

Program pemberdayaan beraneka rupa. Bersama dengan LSM lain BITRA menjalin hubungan baik. Misalnya KSPMD, Kelompok Studi Pemberdayaan Masyarakat Desa. LSM ini berdomisili di Kabupaten Tapanuli. Yayasan Humaniora yang dipimpin Dr Rizal Nasution memberi inspirasi tentang pengelolaan bidang kemanusiaan. Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia menangani masalah kependudukan. Sedangkan LBH membantu masalah hukum yang melilit kelompok marginal. Masyarakat desa harus tegak kokoh.

Unsur pertanian jadi gagasan kemuliaan. Integritas lembaga berpengaruh atas diri pengelola. Pengurus diharap untuk menjaga kepribadian luhur. Inilah yang membuat anggota BITRA dipercaya untuk menduduki jabatan penting. Kemampuan mereka cukup meyakinkan. Misalnya Yeni memimpin KPU Kota Medan. Maruli memimpin KPU Labuhan Batu. BITRA melahirkan manusia trampil berwawasan unggul. Terlebih lebih dalam pemberdayaan desa, BITRA punya pengalaman.

Kini aktivis pertanian bangkit berkiprah. Perjalanan LSM Indonesia penuh dengan warna warni. Ketulusan mereka pantas mendapat penghormatan. Pemerintah dan LSM bergandengan tangan berbakti pada nusa bangsa. Terbukti kiprah BITRA menghiasi bumi pertiwi. Soekirman punya sumbangsih.

Kepedulian aktivis LSM pada hari Selasa tanggal 1 Desember 2020 pukul 20 WIB. Pembahasan tentang seluk beluk masyarakat desa dilakukan di markas BITRA, Jl Bahagia Medan. Ruang Aula BITRA cukup bersemangat. Sebelumnya Ir H Soekirman bertemu dengan petani di desa perbulakan Sei Rampah yang dikelilingi perkebunan.

BITRA sejak awal tempat mencurahkan ide pengabdian bagi Ir H Soekirman. Di sini Soekirman layaknya seorang juru among tani desa. Nasib pertanian menjadi topik diskusi. BITRA betul betul menjadi wadah ketrampilan rakyat desa.

(LM-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian