Saat Suaminya Mengalami Kelumpuhan, Sang Istri Pergi Merantau ke Malaysia
SERDANG BEDAGAI – LIPUTAN68.COM – Pada saat mengalami Kelumpuhan seorang Pria Tua bernama Pak Sabri (71) warga Dusun XIII Gang Rukun Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ditinggal oleh sang istri bernama Misbah (41) pergi merantau ke Malaysia.
Saat awak Media menemui Pak Sabri di kediamannya, Faridah (23) anak Pak Sabri yang setia mendampinginya menyampaikan bahwa ayahnya sudah mengalami kelumpuhan akibat stroke selama delapan tahun. Disaat kelumpuhan itulah dalam waktu bersamaan, Pak Sabri ditinggal istrinya merantau ke Malaysia.
“Orang tua saya mengalami lumpuh akibat Stroke sudah Delapan tahun dan ditinggal pergi sama mamak saya ke Malaysia”, ungkap Faridah, Minggu (10/2/2021).
Seorang tetangganya yang enggan disebut namanya juga menyebutkan, “Pak Sabri sebelum lumpuh badannya sehat dan rajin mencari rejeki untuk keluarganya. Beliau ini seorang Nelayan, tapi setelah mengalami kelumpuhan dan tidak bisa berbicara istrinya pergi ke Malaysia sudah 8 tahun sejak Pak Sabri mengalami kelumpuhan”, katanya.
Sebut Faridah bahwa kelumpuhan orang tuanya berawal saat beliau terjatuh saat menarik jaring (Pukat) pada sampan yang dinaikinya dan teman melautnya tidak memberi tahu pada keluarga kami setelah pulang dari laut baru Ayahnya menceritakan kejadian tersebut pada ibunya tapi istri Pak Sabri menganggap itu hal yang biasa.
Dan keesokan harinya pada pukul 12.00 Wib ibunya melihat Ayah masih tidur lalu membangunkannya sambil berkata “Kok tidak melaut “, tapi Ayah tidak bisa menjawab dan tidak bisa bangun dari tidurnya, lalu ibunya masuk kedalam kamar melihat ayah sudah tidak bisa berjalan serta bicara, sebut Faridah
Anak Pak Sabri juga mengatakan bahwa Pak Sabri di kusuk oleh tukang kusuk, namun tidak membuahkan hasil, dan sejak saat itulah Ayah mengalami kelumpuhan serta tidak bisa berbicara.
Setelah Lima bulan Pak Sabri mengalami kelumpuhan, Misbah sang istri menjadi tulang punggung keluarga, dan bekerja di Medan karena pada saat itu ketiga anaknya masih kecil, krena sulitnya ekonomi selama delapan bulan bekerja, istrinya kembali pulang, dan berniat berangkat ke Negeri Jiran Malaysia dengan maksud merobah hidup dan rela meninggalkan anak-anaknya yang mempunyai seorang Cucu dan sampai sekarang tidak pernah pulang kampung.
Faridah selaku anak Pak Sabri yang paling Tua bersama Suaminya M. Nurfuadi (25) kini yang merawat Pak Sabri, Farida juga berharap semoga ada orang yang Dermawan membantu Pak Sabri agar dapat meringankan kehidupan mereka.
Pada awak media dia juga menyatakan bahwa Faridah bersama suaminya untuk menutupi biaya hidupnya dengan seorang anaknya yang masih berumur 11 bulan serta membantu Pak Sabri orang tuanya dan adiknya yang masih sekolah, bersama suaminya berjualan Bakso keliling yang penghasilannya sehari buat Pas buat makan sehari, sebut Fariidah dengan nada sedih.
Sementara, Bu Saripah (64) salah seorang tetangganya mengatakan, kadang Pak Sabri jika keluar rumah ingin mencari sesuap nasi beliau selalu “ngesot” dan para warga kasihan melihat Pak Sabri dan merasa simpatik mereka selalu memberi sedikit bantuan ala kadarnya buat Pak Sabri, katanya.
(Dipa).

Tinggalkan Balasan