Liputan EKONOMI & KEUANGAN

Ir H Soekirman Tampil Menjadi Pembicara Kunci Pada Bincang Literasi

Ditulis oleh Liputan68 pada 13 Februari 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

SERDANG BEDAGAI – LIPUTAN68.COM – Tokoh literasi yang juga Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Ir.H Soekirman tampil sebagai pembicara kunci pada acara Bincang Literasi yang bertema “Ekonomi Kreatif dalam Literasi” . Kegiatan ini diselenggarakan oleh Perbaungannisme dan Lembaga Sinar Budaya Group pimpinan Hj.Tengku Mira Sinar, MA.

Acara ini dilaksanakan pada Kamis (10/2/2021) bertempat di Aula Gedung Kantor Dinas Poraparbud Komplek Replika Istana Sultan Serdang Kelurahan Melati Kebun Kecamataan Pegajahan.

Bertindak sebagai pembicara pada acara itu, Assesor Kemenparekraf dan Sekjen Komite Ekonomi Kreatif Kota Palembang Yudi Suhairi, S.Sn M.Ds, pemuda kreatif Sergai Rani Fitriana Jambak, pegiat literasi dan sastrawan Juhendri Chaniago, dengan moderator Fachdial, S.Pd.

Hadir pada kesempatan itu Kadis Poraparbud Sergai, Sudarno S.Sos dan puluhan peserta lainnya.

Pada paparannya, Soekirman menyampaikan, bahwa ekonomi kreatif merupakan suatu konsep di bidang ekonomi yang berbasis pengetahuan luas, kreasi dan penciptaan. Dimana, dapat menciptakan sesuatu menjadi bernilai ekonomis padahal sebelumnya dianggap tidak bernilai oleh masyarakat.

Soekirman juga menyampaikan tentang potensi Kabupaten Sergai yang sangat ideal bagi pengembangan ekonomi kreatif. Menurut dia, dengan potensi yang cukup besar khususnya yang berasal dari bidang pertanian, industri, jasa dan pariwisata dengan didukung luas kabupaten yang mencapai 198.000 Ha dan jumlah penduduk 600 ribu jiwa lebih sangat cocok untuk pengembangan ekonomi kreatif.

Dikatakannya, bahwa untuk sumbangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sergai di bidang pertanian sebesar 40%, industri 22 %, serta bidang jasa dan pariwisata sebesar 15 %.

Sementara itu para pembicara Bincang Literasi menyampaikan langkah-langkah dalam pembangunan ekonomi kreatif di suatu daerah adalah dengan memperkuat literasi.

Sebagai contoh, banyaknya bahan baku pangan di suatu daerah, bisa menjadi basis kuliner yang mendunia jika didukung oleh kegiatan literasi seperti penerbitan, media informasi dan seni seperti sastra, film, musik dan seni lainnya.

Selain itu, dengan menjalin kerjasama antar subsektor kreatif untuk bisa saling menguatkan, memajukan dan menghasilkan produk yang baru.

(Dipa)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian