“Cukup Tidur Setelah Vaksinasi Tingkatkan Respons Imunitas” Pandu Riono Ahli Epidemiologi UI
Jakarta.Liputan68.com. Salah satu efek samping yang acap dirasakan penerima vaksinasi corona, khususnya vaksin Sinovac, adalah lebih mudah mengantuk. Hal ini pun diamini oleh Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Irawan Satari.
Sementara itu, menurut ahli epidemiologi UI Pandu Riono, durasi tidur setelah vaksinasi corona bisa membantu meningkatkan respons imunitas terhadap virus.
“Tidur yang cukup setelah divaksinasi dan waktu vaksinasi yang segar di pagi hari karena tidur yang cukup dapat meningkatkan respons imunitas kita,” kata Pandu di akun Twitternya Selasa (16/3).
Pandu melampirkan tulisan ilmiah terkait hal ini yang dimuat di The Lancet, sebuah jurnal medis mingguan paling prestisius di dunia.
Dikutip dari Lancet, durasi tidur pada saat vaksinasi terhadap infeksi virus dapat mempengaruhi respons imun. Misalnya, 10 hari setelah vaksinasi terhadap virus influenza musiman (1996-97).
Tidur juga dapat meningkatkan aspek imunitas seluler adaptif spesifik virus. Dibandingkan dengan mereka yang begadang, seseorang yang tidur pada malam hari setelah vaksinasi terhadap hepatitis A proporsi relatif sel T-nya berlipat ganda. Sel ini memainkan peran penting dalam respons imun pelindung inang.
Menariknya, pada individu yang tidur malam setelah vaksinasi pertama, peningkatan sel kekebalan interferon-γ (IFN-γ) -positif pada minggu ke 0–8 secara signifikan lebih menonjol. Tentu saja dibandingkan pada mereka yang begadang pada malam itu.
“IFN-γ secara langsung menghambat replikasi virus dan mengaktifkan respons imun untuk menghilangkan virus, sehingga melindungi inang dari patogenesis dan kematian akibat virus,” tulisnya.
Apakah produksi antibodi yang berkurang karena kurang tidur dapat memengaruhi kemanjuran vaksin? Belum ada data signifikan terkait hal ini.
Terkait dengan Virus SARS-CoV-2 Penyebab COVID-19
Bagi mereka yang kemampuan sistem kekebalannya untuk melawan penyakit menular kurang baik (misalnya, individu yang mengalami imunosupresi), memperpanjang durasi tidur pada malam hari setelah vaksinasi dapat membantu memastikan respons yang memadai terhadap vaksin.
“Dan berpotensi berkontribusi untuk mengurangi kejadian penyakit lebih parah,” tulisnya.
Dalam konteks ini, perbedaan tingkat antibodi karena perbedaan dalam durasi tidur di malam hari setelah vaksinasi, mungkin menjadi lebih signifikan secara klinis.
Dikutip Dari : KUMPARAN.NEWS
Editor : kurnia

Tinggalkan Balasan