Liputan BERITA

Larangan Mudik Dicabut, KUPJ Tour Group (Ira Trans & Omegah Trans) Pastikan Seluruh Armada Telah Siap

Ditulis oleh Liputan68 pada 22 Maret 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

MEDAN — LIPUTAN68.com — Kebijakan pemerintah yang tidak melarang mudik lebaran tahun 2021, menjadi angin segar bagi pengusaha angkutan. Namun demikian, aturan atau persyaratan mudik harus disampaikan sejak dini, sehingga pengusaha atau pemudik dapat melakukan persiapan.

“Kami menyambut baik kebijakan pemerintah yang tidak melarang mudik lebaran. Akan tetapi, ekspektasinya tidak berlebihan,” tutur Deminar Nababan, Direktris KUPJ Tour Group (Ira Trans & Omegah Trans), perusahaan angkutan di Medan, Sumatera Utara.

Foto : Armada KUPJ Tour Group (Ira Trans & Omegah Trans)
Doc. KUPJ Tour Group

Dia menilai, pernyataan tidak ada larangan mudik tersebut menjadi harapan baru kebangkitan angkutan yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Bercermin dari sebelumnya, bahwa angkutan diperbolehkan mengangkut penumpang, sesuai dengan aturan 50% dan menerapkan protokol kesehatan.

Calon penumpang harus membawa persyaratan atau menunjukkan hasil tes PCR. Persoalannya, di lapangan ditemukan perbedaan aturan, sehingga bus tidak bisa masuk wilayah tersebut.

Foto : Para Penumpang Menunggu Armada KUPJ Tour Group (Ira Trans & Omegah Trans)
Doc. KUPJ Tour Group

“Posisi kami menunggu yang terbaik, bagi pengusaha maupun masyarakat. Apabila memang ada persyaratan untuk armada, awak kendaraan maupun calon penumpang, harus disampaikan jauh hari sebelum pelaksanaan. Jangan sampai di tengah perjalanan ada kejadian dipulangkan, atau balik arah,” jelasnya.

Deminar Nababan mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19, merupakan masa yang tersulit bagi pengusaha angkutan. Seperti harus tetap memenuhi kewajiban kepada pegawainya, mengangkut penumpang sesuai dengan izin usaha.

Disisi lain, lanjutnya, penumpangnya sedikit. Akibatnya ketika kendaraan beroperasi, akan merugi, karena biaya operasional tidak sebanding dengan pendapatan. Dalam kondisi seperti ini, armada yang dioperasikan hanya 30-40%, sisanya parkir di garasi.

Foto : Kru Mempersiapkan Armada KUPJ Tour Group (Ira Trans & Omegah Trans)
Doc. KUPJ Tour Group

“Jangankan mengangkut 50% dari kapasitas, 20% saja sangat sulit. Misal bus dengan 50 kursi, hanya mengangkut 10 orang, bahkan pernah hanya membawa seorang penumpang. Pengalaman lebaran tahun 2020, kami tidak punya pendapatan alias nol,” ungkapnya.

“Pemerintah harus segera memberikan kepastian soal angkutan lebaran. Dengan demikian, pengusaha maupun calon penumpang dapat sedini mungkin melakukan persiapan”, lanjut Deminar.

Foto : Penumpang Menunggu Kedatangan Armada KUPJ Tour Group (Ira Trans & Omegah Trans)
Doc. KUPJ Tour Group

“Bagi pengusaha angkutan, masa mudik lebaran merupakan ‘panen’ tahunan mengangkut penumpang. Kami berharap pemerintah berpihak kepada jasa angkutan, di sisi lain juga dapat memahami kondisi pandemi saat ini,” katanya.

Ditambahkannya, bahwa pernyataan pemerintah yang tidak melarang mudik lebaran, menjadi harapan pengusaha angkutan yang saat ini mulai bangkit. Namun demikian, masih ada persyaratan lain yang harus dipenuhi.

Foto : Kru Mempersiapkan Armada KUPJ Tour Group (Ira Trans & Omegah Trans)
Doc. KUPJ Tour Group

“Kami senang, ada angin segar bahwa mudik tidak dilarang. Tetapi, jangan sampai memberatkan calon penumpang dengan berbagai persyaratan. Semakin memberatkan, bukan tidak mungkin calon penumpang mengurungkan niatnya,” tutur Deminar.

Meski pun demikian, pihak KUPJ Tour Group (Ira Trans & Omegah Trans), tetap mempersiapkan armada serta awak kendaraan untuk mudik lebaran tahun ini. Selain itu juga melaksanakan kegiatan sesuai prosedur. Misalnya sebelum dan ketika kembali, bus disemprot dengan cairan disinfektan, awak kendaraan mengenakan masker, bus menyediakan handsanitizer.

“Bagaimana pun juga, kami tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk memutus penyebaran, penularan Covid. Bagi kami, yang penting ada kesamaan pandangan soal mudik lebaran antar instansi berwenang, sehingga mudik lebaran tahun ini bisa berjalan dengan lancar” tutup Deminar Nababan.(1-M)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian