Liputan NASIONAL

Radikalisme Harus Jadi Musuh Bersama

Ditulis oleh Liputan68 pada 31 Maret 2021 ā±ļø 2 Menit Baca

MEDAN – LIPUTAN68.COM – Terorisme tidak akan habis karena terorisme bukan hanya gerakan politik yang dikendalikan tanpa idelogi, melainkan didasari oleh ideologi vandal yang desdruktif, untuk itu dibutuhkan kesepahaman dari seluruh stake holder masyarakat Indonesia untuk menjadikan Terorisme beserta ideologinya sebagai musuh bersama,

Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Djarot Saiful Hidayat dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (30/3/2021).

Djarot menuturkan kegiatan kontra terorisme harus dilakukan secara terprogam dan sistemik dan harus pula sampai kelingkungan terkecil keluarga, dengan itu ideologi terorisme yang berakar pada gerakan intoleransi tidak memiliki ruang,

ā€œKeluarga sebagai stake holder bangsa terkecil harus pula menjadi bagian dari gerakan perlawanan yang anti terorisme yang anti kemanusiaanā€ Ungkap Djarot.

Kenapa harus demikian, kata Djarot Teroris sering kali tidak memandang bulu siapa yang menjadi korban bisa orang tua, anak-anak, laki-laki dan perempuan bisa jadi korban.

Mirisnya lagi, orang yang terpapar paham ini akan kehilangan rasa kasih sayang terhadap sesama, bahkan keluarganya sendiri. Buktinya seringkali pengantin Bom Bunuh diri meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil, bahkan ada beberapa kejadian yang juga mengorbankan anak kecil ikut melakukan aksi bersamanya hingga anak-anak yang tak berdosa harus meninggal akibat ideologi yang salah,

ā€œUntuk itu perlawanan terorisme saat ini tidak boleh lagi hanya dibebankan oleh aparat keamanan, kita sebagai rakyat yang mencintai NKRI harus turun bersama-sama menghempang aksi-aksi terorismeā€ Terang Djarot.

Sebagai partai politik yang terdepan dalam mengamalkan ideologi Pancasila, PDI Perjuangan juga menganggap perlu untuk melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan kontra terorisme, baik secara langsung maupun tidak langsung terutama menggalakkan kampanye anti terorisme, Radikalisme.

ā€œMaka dari itu saya meminta kepada Petugas Partai, Pengurus, Kader dan Simpatisan PDI Perjuangan Sumut untuk ikut dalam melakukan kampanye anti radikalisme dan terorisme agar segala tindakan yang kontra kemanusiaan tersebut bisa dihabisiā€ Pungkas Djarot.

Djarot juga berpesan agar kader menjadi yang terdepan dalam upaya-upaya pencegahan terorisme dan radikalisme dilingkungan masing-masing,

ā€œJangan takut, laporkan kepada aparat keamanan jika mendapati sesuatu yang janggal dilingkungannya, apalagi di Sumut baru-baru ini Polisi juga sudah menangkap beberapa teroris, artinya bahwa para pelaku teror sudah berada ditengah-tengah kita dan kita tidak boleh menutup mata akan hal tersebutā€ pungkas Djarot.

(LM-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian