oleh

Awasi HET Migor Curah, Gubsu Edy Segera Tempatkan Petugas di Pasar-Pasar Tradisional

MEDAN — LIPUTAN68.COM — Harga minyak goreng atau migor curah di Sumatera Utara, hingga kini masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET). Jika kondisi ini berlangsung berlarut-larut, Sumut diprediksi akan terkena badai inflasi.

Salah satu upaya mengantisipasi inflasi terjadi, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi akan segera menempatkan personil atau petugas khusus untuk mengawasi langsung penjualan migor curah. Terutama pada pasar-pasar tradisional yang berada di Kota Medan sebagai contoh.

“Kenapa bisa seperti ini, itu yang ingin kita luruskan. Mulai besok akan ada petugas di sini yang mengawasinya dan mengatur harga ini,” kata Edy saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pusat Pasar Medan, Jl. MT Haryono Selasa, (29/3/2022).

Dalam sidak, Gubsu Edy turut membawa Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Doddy Zulverdi, perwakilan distributor, Kepala Dinas Perindag Sumut, Aspan Sofian Batubara, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (KPID). Tujuannya agar bisa bersama-sama mengetahui kondisi riil di lapangan perihal HET migor curah ini. Adapun HET migor curah saat ini, senilai Rp15.500.

Liputan JUGA  Episenter Covid-19 Sudah Bermigrasi Ke Wilayah Barat Kota Pacitan. Begini Penjelasan IDI dan PLT Kepala Dinkes

“Saya minta maaf kepada rakyat semua, termasuk pedagang saya ikut campur mengatur harga ini. Kalau tidak tegas kita atur, kasihan rakyat (konsumen). Dan pada akhirnya mengganggu inflasi kita,” tegas mantan Pangkostrad tersebut.

Melalui interaksi antara Gubsu Edy dengan sejumlah pedagang terungkap, bahwa harga migor curah cukup bervariasi dan masih berada di atas HET, mulai dari Rp18 ribu sampai Rp20 ribu. Padahal menurut pihak distributor, mereka menjual migor curah perkilonya hanya Rp14.450. Sedangkan mengenai stok, migor curah di Sumut disebut surplus.

Inflasi
Menurut Edy, saat ini Inflasi Provinsi Sumut sudah berada diangka 2,45 persen atau sekitar 0,15 persen dari jarak limit batas yang ditetapkan BI.

Liputan JUGA  Anggarkan Rp2,7 T Bangun Jalan dan Jembatan, ERAMAS Ukir Sejarah

“Pak Doddy mewarning saya kalau persentase ini sampai di atas 3 lebih inflasi, Itu sama dengan tensi. Tensi orang sudah, bisa stroke kita nanti. Kalau sudah stroke yang dagang terganggu, yang belanja (konsumen) terganggu. Semua terganggu,” ungkapnya.

Karenanya selain di Pusat Pasar, Pemprov Sumut juga akan menempatkan petugas di pasar-pasar lain di Kota Medan.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.