Liputan KESEHATAN

Ilmuwan Mengungkap Keterkaitan Hepatitis Akut Dengan Memelihara Anjing

Ditulis oleh Liputan68 pada 9 Mei 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

Liputan68.com – Wabah hepatitis akut mulai membuat cemas banyak orang di berbagai belahan dunia. Pasalnya, jumlah anak yang diserang penyakit misterius ini semakin bertambah sejak kemunculannya pertama kali di awal April 2022.

Di Indonesia, kurun dua pekan terakhir ini sudah ada empat orang anak yang meninggal dunia dengan diagnosa hepatitis misterius. 3 orang di DKI Jakarta, dan 1 orang di Tulungagung, Jawa Timur.

Saat ini, para ahli dan otoritas kesehatan masih melakukan penyelidikan medis terhadap jenis hepatitis yang belum diketahui etimologinya ini.

Kabar terakhir, The Sun menyebutkan bahwa ada kemungkinan bahwa wabah hepatitis akut ini berkaitan dengan anjing.

Kuesioner keluarga telah menunjukkan jumlah yang relatif tinggi dari keluarga pemilik anjing atau paparan anjing lainnya, menurut Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), dengan 64 dari 92 kasus dengan data yang tersedia menyebutkan paparan anjing.

UKHSA menyebutkan bahwa temuan ini sedang ditelusuri lebih lanjut karena bisa jadi itu hanya kebetulan karena kepemilikan anjing adalah hal yang biasa di Inggris.

Hepatitis adalah peradangan hati dan biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau kerusakan hati akibat alkohol.

Penyakit kuning (kulit dan mata menguning) dan muntah adalah gejala yang paling umum dalam kasus di Inggris, yang sebagian besar terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun.

Menurut UKHSA, virus umum yang disebut adenovirus mungkin menjadi penyebab lonjakan dan paling sering terdeteksi dalam sampel yang dikumpulkan.

Namun, adenovirus jarang menyebabkan hepatitis pada anak-anak yang sebelumnya sehat sehingga para peneliti mencari faktor penyebab potensial.

Diantaranya adalah infeksi COVID sebelumnya atau perubahan genom adenovirus itu sendiri.

Adapun gejala yang timbul pada pasien hepatitis akut ini adalah:

  • urine berwarna gelap
  • kotoran (tahi) pucat dan berwarna abu-abu,
  • kulit gatal
  • otot dan sendi terasa nyeri,
  • demam,
  • mual,
  • muntah,
  • perut terasa sakit,
  • bagian putih mata menguning,
  • lemas,
  • tidak nafsu makan.

(SS)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian