Liputan BERITA

Terkait Proyek Peningkatan SPAM Perpipaan Bali, Rekanan Akui Ada Stok Barang Sesuai Spek di Agen

Ditulis oleh Liputan68 pada 26 Mei 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

BANGLI, liputan68.com | Dugaan pelaksanaan proyek peningkatan SPAM perpipaan yang dikucurkan Pemkab Bangli, ternyata masih bergulir.

Sumber menyebutkan, akar permasalahan justru pada pengadaan barang pompa produk DAB, sesuai dengan spek yang ditentukan.

Menurut sumber, produk DAB adalah buatan pabrik Italia. Mendatangkan barang ini langsung dari pabriknya menurut sumber membutuhkan waktu hingga enam bulan. Sementara dalam syarat berkontrak waktu yang tersedia hanya dua bulan.

Namun kenyataannya, rekanan yang menang tender dan berkontrak ternyata bisa memenuhi pengadaan barang dengan waktu kurang dari dua bulan.

“Disini ada keganjilannya. Coba saja tanya ke agen-agen, apa bisa mendatangkan pompa dimaksud dalam dua bulan. Sementara pabriknya ada di Italia. Mekanisme pemesanannya juga agak ribet,” ujarnya.

Dengan kenyataan ini diduga ada permainan lirik-lirikan dari PPK dan rekanan serta agen pompa yang digunakan untuk dukungan. Artinya pompa sesuai spek yang dibutuhkan telah dipesan terlebih dahulu.

“Kami menduga disini sudah ada konfirasi antara PPK, rekanan dan agen. Pompa sudah ada baru dibuat spek dan syarat berkontrak,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Ardiana dari CV Putra Mandiri, salah satu rekanan yang berkontrak membenarkan bahwa, agen resmi pompa DAB yang dia gunakan sebagai dukungan syarat berkontrak telah memeliki stok barang pompa DAB. Sehingga bisa memenuhi waktu selama dua bulan seperti yang telah ditentukan.

“Kalau perusahan atau agen yang mendukung kami tidak memiliki stok barang, pihak agen tunggal DAB di Jakarta tidak mau memberikan administrasi dukungan apapun, karena barang sulit didatangkan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu pihak PPK proyek peningkatan SPAM perpipaan pada Dinas PUPR Bangli dikonfirmasi terkait dugaan membeli barang duluan sebelum berkontrak mengatakan, pihaknya memerlukan dukungan dari pemegang merk langsung kepada penyedia untuk memastikan barang bisa diterima tepat waktu. Masalah mekanismenya itu menjadi ranah penyedia dan pemberi dukungan.(ded)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian