Liputan BERITA

Media Rusia Beritakan Ada Laboratorium Biologis Amerika di Indonesia, Diduga Ini Lokasinya

Ditulis oleh Liputan68 pada 28 Mei 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

Jakarta — Liputan68.com | Sebuah laporan mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) memiliki lab biologis di Indonesia. Hal ini berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh media milik Pemerintah Rusia, Sputnik.

Disadur dari CNBC Indonesia, laboratorium itu disebutkan berada di Jakarta, tepatnya di Jalan Percetakan Negara. Dalam operasinya, lab itu merupakan rumah bagi NAMRU-2, sebuah fasilitas bioresearch yang menyimpan patogen dan virus berbahaya.

“Unit Penelitian Medis Angkatan Laut AS (NAMRU) berakar di Guam di bawah yayasan Rockefeller. Itu didirikan pada tahun 1955, sedangkan detasemen NAMRU-2 di Jakarta telah dibuka pada tahun 1970 untuk mempelajari penyakit menular yang berpotensi signifikansi militer di Asia,” tulis media resmi itu dikutip Jumat, (27/05/2022).

Hal ini sempat dikuatkan oleh keterangan Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari. Ia mengatakan lab itu sangat tertutup sehingga sulit menentukan kemajuan penelitian dalam lab itu.

“Saya hanya tahu lab mereka sangat tertutup. Dan para penelitinya adalah Marinir Amerika, yang semuanya memiliki kekebalan diplomatik”, kata Siti.

“Kami tidak pernah tahu apa yang mereka bawa dalam tas diplomatik mereka. Ada juga beberapa peneliti dari Indonesia yang membantu mereka”.

Laporan ini sendiri diungkapkan pada saat Moskow menemukan lab serupa milik Washington saat serangannya ke Ukraina. Rusia mengklaim AS sedang menciptakan senjata biologis baru yang dapat mengancam dunia.

Menyikapi laporan ini, pemerintah AS melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta pun tak berkomentar lebih jauh. Namun dalam sebuah rilis lain, Negeri Paman Sam terus mewanti-wanti warga dunia bahwa Rusia seringkali memanipulasi informasi bahwa AS terlibat dalam pengembangan laboratorium virus.

“Penyebaran Kremlin atas tuduhan yang tidak berdasar dan dibantah bahwa Amerika Serikat dan Ukraina melakukan kegiatan senjata kimia dan biologi di Ukraina adalah bagian dari taktik disinformasi Rusia yang mapan,” ujar rilis Departemen Luar Negeri AS.

“Kremlin memiliki rekam jejak yang panjang dalam menuduh orang lain atas pelanggaran yang mereka lakukan.”

Dikutip oleh Liputan68.com, CNBC Indonesia mencoba menanyakan konfirmasi kepada pihak Kedutaan Besar Rusia di Jakarta. Tetapi sama halnya dengan AS, perwakilan Moskow itu tidak memberikan informasi lebih jauh terkait temuan ini.(sumber : CNBC Indonesia/SS)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian