Liputan POLITIK

NasDem Tolak Gabung Koalisi Bentukan PKB, Alasannya Mengejutkan

Ditulis oleh Liputan68 pada 28 Mei 2022 • ⏱️ 2 Menit Baca

Jakarta — Liputan68.com | Partai Nasional Demokrat atau NasDem menegaskan tidak ingin bergabung dengan koalisi bentukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali.

Ia menuturkan bahwa partainya tidak akan tertarik bergabung dengan koalisi yang rencananya dibentuk PKB itu.

Menurut Ali, partainya tidak tertarik bergabung apabila koalisi itu terbentuk dengan tujuan kepentingan dan dominasi satu kelompok partai.

Terlebih, kata Ali, salah satu syarat dari PKB untuk berkoalisi adalah memilih ketua umum mereka yakni Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden (capres).

“Sekarang dia (PKB) mau (ajak) berkoalisi. Dia mau pimpin koalisi dan kemudian ingin jadi calon presiden. Ya sudah pasti NasDem tidak tertarik,” kata Ali, Jumat (27/05/2022).

“Nah ini yang saya katakan tadi bahwa kita tidak tertarik dengan kelompok macam itu.”

Ali menambahkan, jika seperti itu, maka PKB dinilai ingin membentuk koalisi untuk dirinya sendiri. Padahal, sebuah koalisi lahir dari berbagai macam aspirasi dan pikiran partai politik yang tergabung.

Salah satu contohnya adalah melahirkan satu sosok yang dikehendaki masyarakat untuk memimpin negara dan dicalonkan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres).

“NasDem, kita ingin mau koalisi mewadahi. Koalisi itu ibarat satu wadah yang kemudian nanti kita duduk bersama-sama mencari orang yang pas, orang yang dikehendaki masyarakat, begitu,” ujarnya.

Menurut Ali, partainya menilai koalisi yang memiliki syarat patokan utama pimpinan partai harus menjadi capres hanyalah mementingkan ego pribadi.

Padahal, menurut dia, semestinya partai politik itu mengeyampingkan hal tersebut. demi kepentingan rakyat.

“Cuma terkadang kita karena merasa berambisi, ego, kemudian mengabaikan hal-hal seperti itu,” tutur Ali.

“Jadi kalau kita mau berkoalisi, duduk bersama, kita kesampingkan kepentingan kelompok diri kita.”

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengungkapkan partainya memungkinkan untuk membentuk poros koalisi pada Pemilu 2024.

Namun, dalam koalisi tersebut, PKB menginginkan menjadi pemimpin dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang diusung sebagai calon presiden (capres).

“PKB ingin memimpin poroslah, jangan ikut terus,” kata Jazilul ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (25/05/2022).

Jazilul mencontohkan, PKB juga berpotensi membentuk koalisi dengan partai politik tengah. Ia mencontohkan, misalnya NasDem bersama PKB membentuk koalisi.

“Sangat mungkin, sangat mungkin karena PKB, partai tengah, artinya masih ada partai tengah lain misalkan NasDem setuju jalan, jadi,” tutur Jazilul.(SS)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian