Anies Enggan Maju Capres, Karena Tak Mau Di Sebut Penghianat
Liputan68.com | Video lawas Gubernur DKI Jakarta viral beredar, Anies Baswedan yang pernah mengatakan tidak akan maju sebagai calon presiden (capres) selama Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto maju sebagai capres.
Dalam video wawancaranya dalam wawancara kanal Youtube Najwa Shihab 3 tahun lalu Anies Baswedan menyampaikan hal itu yang berjudul ‘Mata Najwa Part 1 – Drama Orang Kedua: Anies Baswedan: Saya Tidak Akan Khianati Prabowo’.
Dalam video lawas tersebut perbincangan Anies dan Najwa Shihab itu pun kembali viral lagi di media sosial usai diunggah pengguna Twitter @Bambangmulyono2.
Dalam videonya, Anies mengatakan dalam wawancaranya kepada Najwa bahwa dia tak ingin menghianati Prabowo.
“Saya tidak ingin menjadi orang-orang yang menghianati Pak Prabowo,” ucap Anies Baswedan yang dikutip dari Hops.ID Senin 9/5/ 2022.
Saat Pilpres lalu selesai Anies kemudian membeberan komitmennya dengan Prabowo dimana dirinya berkomitmen tidak akan ‘menikung” Prabowo Subianto dalam proses pencapresan.
“Pak Prabowo, saya tidak akan memotong proses pencalonan Pak Prabowo dan proses kampanye Pak Prabowo, dan komitmen itu saya pegang,” ucapnya.
Oleh sebab itu, jika ada pihak yang datang memintanya untuk jadi capres ia akan menolak karena tak mau disebut menjadi penghianat.
“Ketika ada yang mendiskusikan saya sampaikan, selama ada Pak Prabowo saya tidak mau memikirkan (capres), saya memiliki komitmen dan saya tidak ingin dicatat sebagai penghianat,” sambungnya.
Anies enggan menghianati Prabowo Subianto dikarenakan ada alasan besar karena dia bisa duduk menjadi Gubernur DKI Jakarta tak lain karena jasa Gerindra dan PKS.
“Saya ini jadi gubernur DKI Jakarta promotornya itu Pak Prabowo, Gerindra dan PKS. Saya tidak pernah mau meninggalkan, inilah prinsip yang saya pegang,” kata Anies.

Tinggalkan Balasan