Jakarta – Liputan68.com – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah memprediksi kecil kemungkinan Partai NasDem dengan Gerindra akan berkoalisi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
“Surya Paloh sebetulnya agak sulit ditebak karena karakter ketenangan beliau yang selama ini lebih dominan,” kata Dedi, Jumat (03/06/2022).
Dedi menilai masih cukup jauh untuk menafsir akan lahir koalisi NasDem dan Gerindra meskipun NasDem dengan PDIP tidak ada masalah.
“Artinya, ketika PDIP dan Gerindra pindah koalisi lalu NasDem masuk itu tidak ada persoalan karena memang relasi NasDem dengan PDIP baik-baik saja,” tuturnya.
“Bahkan mungkin secara kepartaian Gerindra pun tidak ada persoalan hanya saja dari karakter Prabowo dan juga karakter Surya Paloh sepertinya ini tidak cocok,” sambungnya.
Menurut Dedi, tidak adanya masalah antara PDIP dengan NasDem dikarenakan Megawati memiliki kecenderungan lebih sadar diri dibandingkan Prabowo dalam artian bahwa ketika memang elektabilitas tidak mendukung maka Megawati tidak akan maju tapi Prabowo di 2024 mesti punya konsen, masih punya semangat untuk maju.
“Nah bisa saja ambisi semacam ini tidak disukai oleh Surya Paloh. Maka diskusinya ke depan saya kira kalau Gerindra berhasil untuk membujuk NasDem masuk, besar kemungkinan tawarannya adalah Prabowo bukan tokoh yang akan maju (Pilpres 2024),” tutupnya.(SS)
