Liputan BERITA

MUI Kota Medan Minta Lembu Tidak Difitnah Terkena PMK

Ditulis oleh Liputan68 pada 21 Juni 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

Medan – Liputan68.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Majelis Ulama Islam (MUI) Kota Medan meminta lembu tidak difitnah terkena virus penyakit kuku dan mulut (PMK). Sebab, hal itu dikhawatirkan akan menurunkan niat umat Islam untuk berkurban.

Wakil Ketua MUI Kota Medan, K.H. Zulfiqar Hajar menungkapkan, saat ini mudah sekali bagi manusia untuk mencari bahan fitnah. Dulu, saat dia sedang berada di Mekkah, Arab Saudi, unta pernah dilarang untuk disembelih karena terkena beberapa terserang virus.

“Memang sekarang ini zaman fitnah, dulu unta dilarang untuk disembelih. Saya berada di Mekkah. Saya tersinggung, kalau hanya beberapa ekor untanya yang kena virus, jangan dilibatkan semuanya,” kata Zulfikar pada Senin (20/06/2022).

Menurutnya hal serupa terjadi pada lembu saat ini. Padahal sapi yang terpapar virus PMK banyak dijumpai di Bogor, sementara di Sumut hanya beberapa.

“Lembu ini yang di Bogor ceritanya. Yang di sini, di Sumatera Utara ya beberapa ekor lembu lah. Janganlah gara-gara ini orang sampai yang berniat untuk berhajat menyembelih kurban jadi terhalang. Tak boleh begitu lah,” tegasnya.

Zulfiqar meminta masyarakat untuk menahan diri dan tak terprovokasi isu virus PMK itu. Dia meminta untuk menyerahkan sepenuhnya pada para ahli.

MUI juga mempunyai tim dan wajar jika MUI dilibatkan dalam hal memastikan hewan kurban bebas dari PMK. Tidak adil rasanya jika hanya beberapa lembu yang terpapar PMK, lalu semua lembu di daerah ini dilarang untuk disembelih.

“Janganlah pula gara-gara seekor dua ekor semua jadi korban. Kan kasihan peternak lembu, saya akan membeli kurban lembu nanti nggakk peduli saya. Banyak yang sehat dan layak kok,” ungkapnya.

Zulfiqar mengimbau umat Islam untuk tetap berkurban pada Hari Raya Kurban tahun ini.(SS)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian