Liputan KEAGAMAAN

Panca Sradha (Lima Dasar Keyakinan dalam Agama Hindu)

Ditulis oleh Liputan68 pada 4 Agustus 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

Oleh : Selwa Raja, Mbp.

OM Avighnam Astu Namo Sidham.
OM Anno Badrah Kratvo Yantu Visvatah.
OM Swastyastu

Agama Hindu atau Hinduisme berasal dari bahasa Sansekerta, menjadi agama yang begitu dominan di wilayah Asia Selatan, terlebih di negara Nepal dan India.

Agama ini menawarkan adanya kewajiban abadi atau “kekal” yang harus dilakukan oleh semua umat tanpa memandang sekte, kasta, maupun strata.

Kewajiban ini termasuk kesucian, pengendalian diri, dan kejujuran. Umat Hindu berpegang teguh pada dasar keyakinan dalam menjalankan agamanya.

Dasar inilah yang selanjutnya menjadikan semua umat beragama Hindu percaya dan sangat meyakini keberadaan Tuhan atau Sang Hyang Widhi Wasa.

Dasar keyakinan ini terdiri dari lima aspek yang disebut dengan Panca Sradha.

Kelima aspek tersebut antara lain:
1. Keyakinan Kepada Brahman Atau Widhi Tatwa
2. Keyakinan Kepada Atman Atau Atman Tatwa
3. Keyakinan Kepada Karmaphala Atau Karmaphala Tatwa
4. Keyakinan Kepada Samsara/Punarbawa Atau Samsara Tatwa
5. Keyakinan Terhadap Moksa Atau Moksa Tatwa

1. Keyakinan terhadap Brahman atau Widhi Tattwa

Ajaran pertama ini berfokus pada keyakinan pada Brahman atau Tuhan. Ada banyak sebutan nama Tuhan dalam agama Hindu, seperti Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Brahman.

Ini artinya, setiap umat Hindu meyakini dengan benar bahwa Tuhan itu ada, Maha Esa, Maha Kuasa, Maha segalanya.

2. Keyakinan terhadap Atman atau Atman Tattwa

Kedua adalah Atman Tattwa atau lebih kerap disebut dengan Roh Suci.

Umat Hindu meyakini pula bahwa keberadaan Jiwatman ( Roh Suci ) membuat manusia bisa hidup. Atman diyakini memiliki sifat kekal dan sempurna.

3. Keyakinan terhadap Karmaphala atau Karmaphala Tattwa

Keyakinan dasar ketiga dalam ajaran agama Hindu adalah keberadaan dari Karmaphala.

Kata Karma sendiri memiliki arti perilaku atau perbuatan, sementara phala artinya hasil yang didapat. Jadi, jika dijelaskan secara singkat, Karmaphala ini artinya hasil yang didapat dari perbuatan yang dilakukan yang dilakukan oleh manusia dimasa hidup di dunia.

Sederhananya, umat Hindu sangat percaya dengan adanya hukum sebab akibat ( hukum karma ) dalam kehidupan sehari-hari. Karmaphala sendiri dibedakan menjadi tiga bagian waktu, yaitu masa kini atau sekarang, masa nanti atau hari esok, dan masa depan.

4. Keyakinan terhadap Samsara (Reinkarnasi) atau Samsara Tattwa

Ajaran keyakinan keempat dalam Panca Sradha adalah Samsara Tattwa atau percaya dengan adanya reinkarnasi, penjelmaan kembali atau kelahiran kembali, dalam agama Hindu ini dikenal dengan istilah Punarbawa yang artinya kelahiran berulang-ulang.

Umat Hindu percaya setiap roh akan kembali lagi kepada Tuhan dan harus dalam keadaan yang suci.

5. Keyakinan terhadap Moksa atau Moksa Tattwa

Keyakinan terakhir adalah meyakini dan percaya dengan Moksha, yaitu bersatunya Brahman dengan Atman.

Bukan tanpa alasan, tujuan tertinggi dalam agama Hindu adalah bisa mencapai Jagadhita dan Moksa.

Secara sederhana, masyarakat Hindu percaya bahwa adanya Panca Sradha akan membuat mereka lebih mengetahui mana hal yang baik dan buruk.

Apa yang dilakukan saat ini akan memberikan hasil yang setimpal nantinya, seperti keyakinan Karmaphala.

Perilaku Manusia dalam Penyucian Diri
Selain lima keyakinan dalam menjalankan agamanya atau Panca Sradha, umat Hindu juga memiliki landasan atau pedoman dalam berperilaku atau bersikap dalam kehidupan sehari-hari.

Landasan ini dikenal dengan istilah Tri Kaya Parisudha atau tiga perilaku pada manusia yang disucikan atau tiga pedoman hidup manusia.

Ketiga perilaku ini yaitu:
Pikiran atau Manacika Parisudha
Ajaran ini mengajarkan pada pemeluk agama Hindu tentang cara bagaimana manusia harus mampu berpikir yang baik atau sebenar-benarnya.

Bicara atau Wacika Parisudha
Wacika Parisudha mengarah pada ajaran umat Hindu untuk berbicara secara baik dan benar. Ini artinya tidak berkata kasar atau mengumpat. Berbicara dengan sopan dan tutur kata yang baik.

Perilaku atau Kayika Parisudha
Ajaran ini mengajarkan pada manusia bagaimana caranya untuk bisa berperilaku yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari terhadap sesama. Misalnya dengan melakukan tindakan-tindakan positif dan menghargai dan menghormati orang yang lebih tua.

Setiap agama pasti mempunyai ajaran atau keyakinan masing-masing. Jadi, ada baiknya kita meluangkan sedikit waktu untuk lebih mendalami ajaran agama yang kamu percayai agar tidak tersesat dikemudian hari.

Semoga penjelasan yang singkat tadi dapat menambah wawasan keagamaan kita untuk lebih dekat dengan Ida Shang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Kuasa).

Om Shanti, Shanti, Shanti Om.(SR)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian