JAKARTA — LIPUTAN68.COM — PT Telkom Indonesia Tbk buka suara soal dugaan kebocoran data pelanggan IndiHome yang riuh beredar media sosial, baru-baru ini.
Telkom pastikan bahwa tidak terdapat temuan data yang mengandung nomor IndiHome yang valid. Hal ini senada saat pendalaman yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Selain itu tidak ada sistem di Telkom yang menyimpan riwayat pencarian (browsing history) dan data pribadi pelanggan secara berdampingan.
“Setelah kami lakukan penelusuran dan investigasi menyeluruh, kami meyakini dan memastikan bahwa tidak ada kebocoran data pelanggan di sistem kami dan ini 100% merupakan data yang difabrikasi oleh pihak maupun oknum yang ingin memojokkan Telkom,” ujar SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom, Ahmad Reza, dalam kegiatan press conference bersama VP Network/IT Strategy, Technology & Architecture Telkom, Rizal Akbar dan EGM Divisi Information Technology Telkom, Sihmirmo Adi di Telkom Landmark Tower, Senin (22/8/2022).
“Keseluruhan data pelanggan, kami simpan di dalam sebuah sistem keamanan siber yang terintegrasi dan dikelola berdasarkan peraturan serta perundang-undangan yang berlaku,” sambung Reza.
Rizal Akbar menambahkan, bahwa data yang beredar saat ini mencantumkan nomor IndiHome yang tidak valid, baik dari jumlah digit maupun format penomoran.
Adapun terkait data browsing history, Telkom menyimpan data tiga bulan terakhir sesuai peraturan perundangan yang berlaku untuk memastikan kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan, di antaranya UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan PP No. 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.
