Liputan BERITA

Positif Covid-19 Tembus Diangka 1356 Kasus, Gubsu Edy Optimis Penerapan New Normal

Ditulis oleh Liputan68 pada 25 Juni 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

MEDAN – LIPUTAN68.COM – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat ditemui usai melaksanakan salat di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan Peningkatan jumlah kasus penyebaran dan penularan pandemi Covid-19 di Sumut, masih menunjukkan tren peningkatan.

Saat ini sudah 1356 orang kasus yang terkonfirmasi positif terpapar virus Corona.

Sementara itu, Kenormalan Baru atau New Normal diharapkan pemerintah segera dapat diterapkan, agar perekonomian masyarakat dapat kembali.

Nantinya, dalam penerapan New Normal, masyarakat diminta untuk dapat menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas.

Penggunaan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak wajib diterapkan, agar memutus rantai penularan.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, pertambahan jumlah kasus Covid-19, tidak akan menghambat proses penerapan New Normal.

Sebab, penerapannya bukan dilihat dari jumlah orang terpapar, melainkan kondisi daerah.

Karena itulah, penerapan New Normal tidak akan sama antara satu daerah dengan lainnya.

Penerapan New Normal pada daerah yang terkategori zona merah berbeda dengan zona hijau ataupun zona kuning hinga zona oranye.

“Perlakukan norma baru itu bukan terhadap kasus. Hanya berbeda perlakuannya, terhadap masing-masing zona,” kata dia, di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Kamis (25/6/2020).

Pengawasan ketat, kata dia, akan diberlakukan terhadap zona merah.

Dalam draf New Normal, pemerintah juga mengatur sanksi kepada masyarakat yang tak menjalankan protokol kesehatan.

Kemudian, pasar-pasar tradisional hingga modern juga akan ditata ulang, bagaimana melakukan transaksi saat kenormalan baru.

Saat ini, seluruh kabupaten dan kota di Sumut telah mengembalikan draf kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara.

Setelah diserahkan oleh daerah, Pemprov Sumut akan membahasnya kembali, apakah usulan yang disampaikan kabupaten dan kota sejalan dengan aturan pusat.

Selanjutnya, Pemprov Sumut akan menyosialisaikannya kepada DPRD, mengenai usulan yang disampaikan kabupaten/kota.

Setelah disosialisasikan, Pemprov Sumut akan segera mengirimkannya kepada Pemerintah Pusat untuk mendapatkan izin menerapkan fase kehidupan baru di tengah-tengah pandemi.

Edy mengharapkan, bulan depan, New Normal dapat diterapkan di Sumut.

“Juli mendatang kita harapkan dapat diterapkan,” jelasnya.

Meningkat di Kota Medan

Sementara, Jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Medan masih mengalami lonjakan. Bahkan, sehari mencapai puluhan pasien baru.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) covid-19 Pemko Medan, Kamis (25/6/2020) sore, tercatat jumlah pasien positif terinfeksi virus corona sudah mencapai 874 orang. Jumlah ini meningkat 45 kasus dari sebelumnya.

Selain peningkatan jumlah pasien positif, angka korban jiwa meninggal juga bertambah 4 menjadi total 53 orang.

Sedangkan, untuk jumlah pasien yang dinyatakan berhasil sembuh juga meningkat menjadi 214 orang, dan sebanyak 607 pasien covid positif yang sedang dirawat.

Sementara itu, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat saat ini sebanyak 114 orang.

Adapun jumlah PDP meninggal dunia sebanyak 80 orang dan yang sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing tercatat berjumlah 1284 orang.

Lebih lanjut, untuk jumlah wrga Medan berstatus orang dalam pemantauan (ODP) yang saat ini sedang dalam proses pemantauan tercatat ada sebanyak 30 orang.

Sedangkan jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang masuk dalam pantauan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan kini sebanyak 663 orang, dan 77 Orang untuk warga berstatus Pelaku Perjalanan (PP) yang dipantau.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan, jumlah warga Kota Medan yang terinfeksi Covid-19 terus meningkat.

Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah, salah satunya wajib memakai masker.

“Belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini akan berakhir. Maka dari itu, mari tingkatkan kesadaran kita semua,” kata Akhyar.

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemko Medan, dr Mardohar Tambunan sebelumnya mengatakan masih banyak warga yang tidak disiplin terkait pencegahan virus corona.

Dia menilai sebagian orang semakin rajin diimbau namun masih tetap saja banyak yang abai bahkan menyepelekan protokol kesehatan.

Dia mendorong masyarakat agar semakin peduli dan tidak menyepelekan dengan kondisi pandemi covid 19 yang masih terjadi saat ini.

“Protokol kesehatan itu dalam pelaksanaannya masih kurang. Sebagian seperti kayak gak ada covid, makin diimbau dan mau new normal malah makin jadi (tidak disiplin),” katanya.

Sementara itu, angka kasus baru positif Covid-19 di Sumut juga mengalami peningkatan dibamdingkan hari kemarin.

Dalam waktu 24 jam terakhir pasien positif Corona bertambah 69 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut Mayor Kes dr Whiko Irwan menerangkan bahwa total kasus positif di Sumut mencapai 1.356 hingga Kamis (25/6/2020) pukul 16.00 WIB.

“Update data COVID-19 di Provinsi Sumatera Utara hingga 25 Juni 2020, penderita positif metode PCR kembali melonjak bertambah 69 kasus baru. Dengan total 1356 orang,” tuturny

Sementara, pasien aktif Covid-19 yang saat ini tengah dirawat di rumah sakit di wilayah Sumatera Utara berjumlah 982 orang.

Whiko menegaskan pasien positif yang meninggal dunia bertambah 3 orang sebanyak total 83 orang.

Sementara untuk pasien sembuh dari Covid-19 juga mengalami penambahan signifikan sebanyak 18 pasien.

“Pasien meninggal dunia akibat positif virus corona bertambah menjadi di 80 orang. Sementara pasien sembuh bertambah 8 orang menjadi di angka 291 orang,” terangnya.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami penurunan sebanyak 8 orang pasien.

“Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 191 Orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 1109 orang,” ungkap Whiko

Sudah 50.000 Pasien Se-Indonesia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan bahwa Indonesia masih menghadapi penularan virus corona hingga saat ini.

Penularan itu bahkan menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia kini melewati angka 50.000 pasien, sejak pencatatan virus corona di Tanah Air.

Berdasarkan data pemerintah yang masuk hingga Kamis (25/6/2020) pukul 12.00 WIB, saat ini tercatat ada 50.187 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitungKalau sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Jumlah tersebut disebabkan adanya penambahan 1.178 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Informasi terbaru tentang Covid-19 ini disampaikan Achmad Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB di Jakarta pada Kamis sore.

“Dari pemeriksaan hari ini, kasus positif 1.178, sehingga totalnya adalah 50.187,” ujar Yurianto.

Jumlah 1.178 kasus baru itu didapatkan dari pemeriksaan terhadap 19.510 spesimen dalam sehari.

Pemeriksaan itu menambah total jumlah spesimen yang diperiksa menjadi 708.962 spesimen dari 427.158 orang.

Ini berarti satu orang bisa diambil sampel spesimennya lebih dari satu kali.

Berdasarkan sebarannya, diketahui ada lima provinsi yang mencatat angka penularan tinggi. Jawa Timur mencatat jumlah terbanyak dengan 247 kasus baru.

Berikutnya, ada DKI Jakarta dengan 196 kasus baru, Sulawesi Selatan dengan 103 kasus baru, Maluku Utara dengan 80 kasus baru, dan Jawa Tengah dengan 78 kasus baru.

Data Pasien Sembuh dan Meninggal

Dalam periode yang sama, diketahui ada penambahan 791 pasien Covid-19 yang sembuh. Mereka dinyatakan sembuh setelah pemeriksaan dengan metode PCR memperlihatkan hasil negatif virus corona.

Dengan demikian, hingga saat ini diketahui ada 20.449 pasien Covid-19 di Indonesia yang sembuh.

Selain itu, masih ada kabar duka yang disampaikan Yurianto dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Dalam periode 24-25 Juni 2020, diketahui ada 47 pasien Covid-19 yang tutup usia dari semua lokasi perawatan di Indonesia.

“Sehingga, jumlah totalnya menjadi 2.620,” ujar Achmad Yurianto.

Data PDP dan ODP

Yurianto menyatakan bahwa saat ini sudah semua provinsi atau 34 provinsi di Indonesia yang mencatat ada pasien Covid-19.

Secara khusus, ada 446 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang mencatatkan adanya pasien Covid-19.

Selain itu, diketahui ada 37. 294 orang yang saat ini berstatus orang dalam pemantauan at
au ODP.

Sementara itu, ada 13.323 orang yang berstatus pasien dalam pengawasan atau PDP.

(M-02)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian