Liputan BISNIS

BATIC 2022 Resmi Dibuka, TelkomGroup Ajak Partner Strategis Ikut Bangun Digitalisasi Indonesia

Ditulis oleh Liputan68 pada 22 September 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

BALI — LIPUTAN68.COM — Rangkaian konferensi internasional Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2022 resmi dibuka hari ini, Kamis (22/9) di Nusa Dua, Bali.

BATIC 2022 dibuka Komisaris Telkom Marcelino Pandin, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, Direktur Wholesale & International Service Telkom Bogi Witjaksono, dan CEO Telin, Budi Satria Dharma Purba.

BACA JUGATelkom Fokus Transformasi dan Pertahankan Kinerja Operasional

Setelah vakum selama dua tahun akibat pandemi, BATIC kembali hadir dan memiliki potensi sebagai ajang showcase dan kolaborasi untuk akselerasi transformasi digital Indonesia yang menjawab evolusi dunia telekomunikasi.

Mengusung tema “Reconnecting Regions, Reviving Digital Ecosystem”, tahun ini Batic menekankan peran strategis posisi Indo-Pacific sebagai hub konektivitas dan digital, sehingga diperlukan pembangunan ekosistem yang memadai dan menyeluruh untuk mewujudkannya.

BACA JUGAAlexandr Wang Pengusaha Muda Terkaya Versi Forbes Berusia 19 Tahun

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah memaparkan tentang digitalisasi yang menjadi faktor utama penggerak perekonomian dunia dan peran TelkomGroup dalam mendorong digitalisasi Indonesia.

“Transformasi digital menjadi aspek yang krusial untuk meningkatkan daya saing nasional lintas ekonomi, pemerintah dan masyarakat. Dalam memerkuat digitalisasi nasional, Indonesia harus bergerak, tidak lagi hanya sebagai konsumen dari teknologi tapi mulai membangun industri digital lokal yang akan menjadi enabler digitalisasi berbagai industri vertikal,” urainya.

BACA JUGAHarga Melonjak, Target ditambah, Enaknya Pengusaha Batu Bara

Menurut dia, TelkomGroup berkomitmen untuk mewujudkan digitalisasi tersebut melalui penyediaan infrastruktur digital yang menjangkau seluruh Indonesia bahkan hingga mancanegara.

Ririek menjelaskan bahwa Telkom secara berkelanjutan telah dan akan terus berkontribusi dalam mendukung agenda nasional pemerintah.

BACA JUGAKolaborasi Telkom Indonesia dan Indosat Ooredoo Hutchison, Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Digital Tanah Air

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan banyak partner strategis yang akan mendukung langkah transformasi perusahaan dan bersama membangun digitalisasi Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, digital economy Indonesia sejauh ini telah tumbuh lebih tinggi dari negara-negara ASEAN dan Indonesia terus memercepat transformasi digital untuk meningkatkan daya saing.

BACA JUGALima Jurus Andalan Telkom jadi Digital Telco Terdepan di Indonesia

Peranan digitalisasi ekonomi menjadi penting karena dipastikan menjadi peluru perak (silver bullet) untuk pencapaian seluruh 17 sasaran SDG pada 2030.

Apalagi pertumbuhan ekonomi digital telah menyumbang 15,5% dari PDB global, tumbuh 2,5 kali lebih cepat dari pertumbuhan PDB dunia selama 15 tahun terakhir.

BACA JUGABelum Musim Panen, Harga Cabai di Jakarta Capai Rp. 100.000/Kg

“Beberapa negara juga telah mengembangkan strategi digital nasionalnya untuk memerkuat daya saing perekonomiannya seperti India, Tiongkok, Brasil, Uni Eropa, dan Swiss,” jelasnya.

Ekonomi digital Indonesia diperkirakan tumbuh dari Rp 632 triliun di 2020 menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030 atau tumbuh 8 kali lipat. Laju PDB nasional tumbuh 1,5 kali lipat dari Rp 15.400 triliun menjadi Rp 24.000 triliun, yang dimotori oleh ekonomi digital.

BACA JUGAKomentari Artikel Tentang Populasi, Elon Musk: Jepang Akan Musnah

Dibandingkan kawasan ASEAN, ekonomi digital akan mencapai USD 323,6 miliar pada 2030, terbesar di antara negara-negara ASEAN.

Selain itu, masih Ririek, dalam 6 tahun terakhir, indeks daya saing digital Indonesia sejauh ini telah naik 7 peringkat. Demikian juga dengan indeks network readiness yang naik 13 peringkat.

BACA JUGAMasyarakat Kembali Dibolehkan Mudik, Telkom Pastikan Kebutuhan Pelanggan Terpenuhi Hingga Idulfitri

Mewujudkan hal ini, Ririek mengatakan, Indonesia telah dan harus memercepat transformasi ekonomi digitalnya sehingga memerkuat daya saingnya.

Kedua, agar dapat menjadi ekonomi yang unggul (leading economy), Indonesia harus bertransformasi dari negara konsumen menjadi produsen teknologi melalui pengembangan research & design, manufaktur ICT, dan pengembangan software serta memerkuat konektivitas.

BACA JUGATerbukti Ampuh Strategi Jokowi Larang Ekspor CPO, Ramai-ramai Diskon Harga Minyak Goreng Kemasan Oleh Ritel Modern

TelkomGroup, lanjut Ririek, telah dan terus berkontribusi terhadap agenda digital nasional melalui agresif investasi pada infrastruktur konektivitas, pengembangan aplikasi PeduliLindungi yang memiliki 100 juta pengguna, membuat platform Satu Data Indonesia, mengembangkan platform pendidikan Pijar dengan 1 juta monthly active users/MAU, dan data center berkapasitas 40 MW.

Selain itu, TelkomGroup mengembangkan digital services, digital platform, dan digital connectivity guna memerkuat transformasi digital gaya hidup, pemerintahan, dan perusahaan.

BACA JUGAProspek Telkom Masih akan Bertumbuh Hingga Akhir 2022

Telkom berkontribusi terhadap agenda pengembangan digital nasional melalui infrastruktur yang telah dimiliki yakni 171.654 km Jaringan fiber optic, 109 transponder, 255.107 BTS, dan 36.787 unit tower. (REL)

TEKS FOTO
PEMBUKAAN BATIC: Prosesi pembukaan acara BATIC 2022 dengan memukul gondang oleh Komisaris Telkom Marcelino Pandin (kedua dari kanan), Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kedua dari kiri), Direktur Wholesale & International Service Telkom, Bogi Witjaksono dan CEO Telin, Budi Satria Dharma Purba di Hotel Hilton, Nusa Dua, Bali, Kamis (22/9). ISTIMEWA

BACA JUGATelkom-Huawei Sepakat Kolaborasi, Perkuat Bisnis dan Komunitas Lokal

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian