oleh

Pesraman Gedong Ratih Gelar Tebasan Gering Bayar Tuntas Hutang Bawaan Lahir

LIPUTAN68.COM, Mangupura | Pasraman Dalem Gedong Ratih yang berkonsep Mekarya lan Meyadnya kembali menggelar upacara Tebasan Gering, bertepatan dengan Tumpek Wayang, Saniscara Kliwon Wayang di Jalan Raya Mambal-Semana, Banjar Umahanyar, Mambal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Ketua Yayasan Dalem Gedong Ratih, Ketut Dharma Kresna Wijaya, SE. M. Sos., menjelaskan, bahwa Tebasan Gering adalah hutang bawaan lahir berupa sakit yang hanya bisa disembuhkan atau ditebus lewat sarana upakara, agar hutang karma dapat diselesaikan.

“Tidak bisa diobati oleh dukun atau balian (pengobat tradisional) dan dokter, tapi bisa ditebus lewat sarana upacara yang disebut Tebasan Gering,” terangnya.

Bahkan, disebutkan, upacara Tebasan Gering boleh diikuti setiap orang lantaran semua orang punya hutang lahir, baik berupa Tebasan Gering dan Pebayuh Oton.

Liputan JUGA  Politikus Golkar Pacitan, Duga Ormas Muslimat Lakukan Kegiatan Tidak Semestinya Saat Hari Tenang. Bawaslu Diharapkan Segera Bersikap

“Itu hutang kelahiran harus dibayar dengan upakara, karena setiap orang punya hutang lahir. Makanya dari sana bolong lahir, itu yang menyebabkan sakit,” ungkapnya.

Terkait jalannya upacara Tebasan Gering tersebut, imbuhnya, disesuaikan dengan kelahiran masing-masing individu.

“Ada di perempatan, ada di marga tiga, bahkan ada di Pemuunan dan ada di Hyang Guru. Tergantung masing-masing kelahiran,” paparnya.
5
Sementara, untuk peserta upacara Tebasan Gering diikuti 99 orang yang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota se-Bali.

“Ada dari Singaraja, Karangasem, Tabanan, Nusa Dua, banyak pesertanya seluruh Bali. Disini kita terbuka untuk umum, semua lapisan masyarakat,” rincinya.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *