Liputan BERITA

Pesraman Gedong Ratih Gelar Tebasan Gering Bayar Tuntas Hutang Bawaan Lahir

Ditulis oleh Liputan68 pada 2 Oktober 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

LIPUTAN68.COM, Mangupura | Pasraman Dalem Gedong Ratih yang berkonsep Mekarya lan Meyadnya kembali menggelar upacara Tebasan Gering, bertepatan dengan Tumpek Wayang, Saniscara Kliwon Wayang di Jalan Raya Mambal-Semana, Banjar Umahanyar, Mambal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Ketua Yayasan Dalem Gedong Ratih, Ketut Dharma Kresna Wijaya, SE. M. Sos., menjelaskan, bahwa Tebasan Gering adalah hutang bawaan lahir berupa sakit yang hanya bisa disembuhkan atau ditebus lewat sarana upakara, agar hutang karma dapat diselesaikan.

BACA JUGASepekan Jelang Ramadhan, Harga Telor Di Pacitan Tembus 32 Ribu Per Kilogramnya

“Tidak bisa diobati oleh dukun atau balian (pengobat tradisional) dan dokter, tapi bisa ditebus lewat sarana upacara yang disebut Tebasan Gering,” terangnya.

Bahkan, disebutkan, upacara Tebasan Gering boleh diikuti setiap orang lantaran semua orang punya hutang lahir, baik berupa Tebasan Gering dan Pebayuh Oton.

BACA JUGAPerkuat Literasi PAUD, Formalindo Donasikan 1000 Buku Kepada Bunda PAUD Labuhanbatu

“Itu hutang kelahiran harus dibayar dengan upakara, karena setiap orang punya hutang lahir. Makanya dari sana bolong lahir, itu yang menyebabkan sakit,” ungkapnya.

Terkait jalannya upacara Tebasan Gering tersebut, imbuhnya, disesuaikan dengan kelahiran masing-masing individu.

BACA JUGADitresnarkoba Polda Kepri Berhasil Amankan 2 Orang Laki-laki Pemilik Narkotika Diduga Jenis Sabu Seberat 816 Gram

“Ada di perempatan, ada di marga tiga, bahkan ada di Pemuunan dan ada di Hyang Guru. Tergantung masing-masing kelahiran,” paparnya.
5
Sementara, untuk peserta upacara Tebasan Gering diikuti 99 orang yang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota se-Bali.

“Ada dari Singaraja, Karangasem, Tabanan, Nusa Dua, banyak pesertanya seluruh Bali. Disini kita terbuka untuk umum, semua lapisan masyarakat,” rincinya.

BACA JUGA5000 Orang MD Karena Kecelakaan, Polres Pacitan Gelar Operasi Zebra Semeru 2021

Menariknya lagi, kata Ketut Dharma, sarana upakaranya disesuaikan dengan kelahiran individu dan juga hutang kelahiran.

“Ada Sapta Wara, Panca Wara, kapan otonannya, apa jenis hutangnya, sesuai hutang kelahiran itu. Khan ada dalam kelahiran itu, 7×30 sama dengan 210 kelahiran jadinya,” kata Ketut Dharma.

BACA JUGAKawasan Danau Toba Harus Tetap Dijaga

Kemudian, Ketut Dharma mencontohkan, individu kelahiran Buda Wage Langkir biasanya sakitnya di bagian perut, lambung, badan seringkali pegal, batuk, sesak dan sakit pinggang. Untuk menebus hutang lahir tersebut, kata Ketut Dharma, digunakan hana caru segehan manca warna dibentuk gambar wong-wongan atau gambar orang dengan iwak berupa jeroan babi mentah, mapupuk rumbah gile maaledan daun talujungan dan metabuh tuak arak di pemesuan atau pintu masuk rumah. Setelah melakukan penebusan ini, biasanya sakitnya bisa sembuh lalu terbuka pintu rejekinya, karena sebelumnya, disebutkan tertutup di pemesuan atau pintu masuk rumah.

“Jadi, sakit bawaan lahirnya berupa pemali. Sakitnya sering mendadak, nusuk-nusuk di badan. Untuk itu, dipersembahkan tebasan gering di pemesuan,” terangnyA.

BACA JUGAWarga Petisah Medan zoom meeting dengan Staf Hukum WAMENATR/Ka.BPN RI

Demikian pula, guling bebangkit digunakan sebagai sarana upakara, dikarenakan, dulunya Sang Dumadi saat metebasan gering ada piutang guling yang hingga sekarang tidak dibayar sehingga menyebabkan kesakitan. Melalui upacara ini, semoga bisa terbayarkan hutangnya dan mendapatkan kesembuhan serta terbuka pintu rejekinya.

Oleh karena itu, Ketut Dharma berharap, semoga dengan yadnya yang dijalankan ini, semua umat mendapatkan jalan terbaik demi kesembuhan dan dilancarkan rejekinya.

BACA JUGAJubir GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan, Jangan Pandang Remeh Covid-19

“Karena jarang yang tahu dan paham tentang Tebasan Gering ini, hutang bawaan lahir yang harus dibayar dengan upakara. Mudah-mudahan, semua umat mendapatkan jalan terbaik,” pungkasnya.(Wiguna)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian