Liputan BERITA

Rutan Negara Dituding Memfasilitasi Giat Politik, Unggahan Napi Winasa Bertemu Politikus Jadi Sorotan

Ditulis oleh Liputan68 pada 19 November 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

LIPUTAN68.COM, Jembrana – Meskipun kondisinya meringkuk dalam penjara karena terjerat sederet kasus korupsi, ternyata mantan Bupati Jembrana selama dua preode I Gede Winasa masih memiliki karisma.

Buktinya, acap kali mendekati tahun politik, tokoh fenomenal ini selalu diincar dan diburu oleh para politikus, tak perduli harus melewati penjagaan dan birokrasi yang ketat di Rutun, tempat Winasa menjalani pidananya, yang penting bisa bertemu dengan harapan bisa mendompleng ketenaran dari karisma sang koruptor.

Sayangnya, niat para politikus untuk nompleng tenar dari Winasa dan berharap bisa terpilih di hajatan Pemilu justru mendapat kritikan pedas sejumlah pihak, termasuk para netizen. Pasalnya, status Winasa yang saat ini masih terpidana kasus koruptor.

Bukan hanya itu, pihak Rumah Tahanan Negara (Rutan) Negara, Kabupaten Jembrana pun kebagian hujatan pedas ibarat sambal dengan berkilo-kilo cabe rawit. Karena dinilai sengaja memfasilitasi warga binaannya untuk bermanuver politik di dalam Rutan. Hujatan bermunculan dari warga net.

Seperti yang terjadi kemarin, pihak Rutan Negara disebutkan memfasilitasi pertemuan silahturahmi bernuansa politik napi I Gede Winasa dengan I Kade Joni Asmara Adi Putra alias Dek Joni, salah seorang politikus yang informasinya akan maju di Pemilu Legislatif 2024 melalui Partai Golkar.

Pertemuan di dalam Rutan Negara tersebut diduga berlangsung, Jumat (18/11/2022) kemarin. Pertemuan tersebut kemudian diunggah di akun facebook (fb) I Kadek Joni Asmara Adi Putra kemarin. Sontak unggahan diakun fb Dek Joni tersebut banyak mendapat tanggapan dari netizen yang sebagian besar mendoakan kesehatan Winasa.

Namun unggahan tersebut ternyata banyak dibagikan oleh akun fb lain. Bahkan ada salah satu akun fb membagikan dengan menambahkan kalimat “Waduh, gimana ni Karutan tolong penjelasannya??? Nuansa politik bergerak bebas di lapas!! Penggunaan HP juga bebas gimana ini, kami juga bingung, kok bisa ya lapas mulai membebaskan pergerakan politik mencari dukungan salah satu napi, hemmm Mohon pihak terkait agar bisa menjelaskan semua ini”

Unggahan dengan penambahan keterangan tersebut tentu saja memantik respon dari sejumlah netizen. Sebagian besar dari mereka menuding pihak Rutan yang memfasilitasi pertemuan dengan nuansa politik tersebut. Sejumlah netizen juga menyalahkan pihak Rutan Negara karena dianggap ikut berkegiatan politik.

Terkait tudingan banyak pihak termasuk sejumlah netizen, pihak Rutan Kelas IIB Negara belum memberikan klarifikasinya. Demikian halnya pemilik akun fb Dek Joni belum bisa dihubungi.(van/ded)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian