Idul Adha 2024, Masjid Darul Hijriah Kolhua Salurkan 1000 Lebih Paket Daging Kurban Kepada Jemaah dan Warga Sekitar Non Muslim

NTT, Liputan68.com- Masjid Darul Hijrah Kolhua Kota Kupang melakukan Pemotongan Hewan Kurban sebanyak 33 ekor Sapi dan 22 ekor Kambing.
“Untuk tahun 2024 ini memang terjadi peningkatan jumlah hewan kurban khususnya Sapi, dari tahun lalu yang mengalami penambahan sekitar 6 ekor dari tahun yang lalu, sementara untuk Kambing tidak mengalami kenaikan yang cukup tinggi,”ungkap Ketua Panitia Budi Tamrin disela-sela pemotongan Hewan Kurban di Halaman Masjid Darul Hijriah Kolhua Kota Kupang, Senin (17/6/2024).

Lanjut Budi Tamrin mengatakan, untuk tahun 2024 ini Masjid Darul Hijriah Kolhua akan menyalurkan kurang lebih 1000 kantong daging kurban kepada jemaah dan warga sekitar.
Untuk pemotongan hewan kurban sendiri akan berlangsung selama tiga hari. “Untuk hari ini kami akan tuntaskan pemotongan hewan kurban Sapi, dan besok untuk hewan kurban Kambing. Kami membaginya dalam tiga ring , untuk ring satu kami salurkan khusus Jamaah Masjid Darul Hijriah Kolhua, sementara ring dua untuk masyarakat sekitar Masjid yang muslim maupun non muslim. Dan ring tiga kami salurkan kepada umat yang tinggal di kelurahan- kelurahan di luar Kolhua,” terang Budi Tamrin.

Dikatakannya bahwa Idul Adha adalah hari raya besar kedua bagi umat Islam setelah hari raya Idul Fitri.
Momen Idul Adha merupakan momen dimana semua umat muslim saling berbagi dengan sesame yang merupakan ajaran terindah yang harus dilaksanakan umat muslim di seluruh dunia dan hal ini juga merupakan kewajiban yang harus dilakukan, berbagi dengan orang yang berkekurangan dan bagi sesama.

Menurutnya berkurban menjadi amalan utama Idul Adha dengan cara melakukan penyembelihan hewan kurban dan mempererat tali persaudaraan dengan umat muslim dan sesama yang bukan muslim.
Sementara itu, Imam Masjid Darul Hijriah, Haji Muhammad Saleh mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1445 Hijrah tahun ini, dengan adanya kurban seperti ini memberikan makna bahwasannya korban itu berbagi. Berbagi untuk semua tidak melihat apakah hanya orang muslim atau kah saudara-saudara kami yang non muslim, jadi semua masyarakat muslim yang ada di sekitar masjid Darul Hijriah semua mendapat bagian dari korban yang ada.
“Harapannya masyarakat bisa memaknai bagaimana korban yang sesungguhnya. Korban itu berbagi, korban itu memberikan kebersamaan dalam setiap mahkluk Tuhan yang ada di dunia ini,” ungkap Kepala KUA Kementerian Agama Kota Kupang.
Ketua Yayasan Masjid Darul Hijriah Madani, Achmad Likur, S.Sos, MM mengatakan bahwa pelaksanaan pemotongan hewan kurban selama dua hari. Hari ini dan besok.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Bapak Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy P.Funay, SE.,MSi yang telah memberikan sumbangan Sapi untuk hewan kurban di Masjid ini.
Sebagaimana apa yang disampikan oleh Pak Imam bahwa hakekatnya kita bukan eklusif tetapi hakekat berkurban untuk kita sesama. Orang disekitar kita punya hak yang sama dengan kita yang muslim mendapat bagian mereka juga mendapat bagian karena Islam itu rahmatan lil alamin kita tidak melihat karena kita saja tetapi disamping kiri kanan kita kan ada basaudara yang lainnya non muslim. Dan seperti yang terlihat yang terlibat ini kan bukan saja muslim tetapi dari Nasrani juga. Ini menjadi contoh bagaimana menjalin kebersamaan kita antar umat beragama,” ungkap Ketua Yayasan Darul Hijrah Kolhua Kota Kupang, Achmad Likur.
“Yayasan Darul Hijriah menjunjung tinggi asas-asas keberagaman dalam kebersamaan,” tutup Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang itu. ***

Tinggalkan Balasan