Hari Jadi Melayu Langkat Ke 273 Oleh Tengku Yans Fauzie Kepala Luhak Langkat Hilir
LANGKAT – LIPUTAN 68. COM – Pada Tanggal 17 Januari Tahun 2023 Negeri Melayu Langkat akan melaksanakan hari jadi yang ke 273. Senin (16/1/2023).
Pada Peringatan hari jadi Langkat di setiap tahunnya, akan di awali dengan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Langkat di Stabat, serta dirangkai dengan berupa kegiatan seperti Pameran Pembangunan.
Negeri Melayu Langkat.
Langkat merupakan sebuah Kerajaan di mana Wilayahnya terbentang antara aliran Sungai Seruwai atau Daerah Tamiang sampai ke daerah aliran anak Sungai Wampu. Terdapat sebuah Sungai lainnya.
Dan di antara Kedua Sungai tersebut adalah Sungai Batang Serangan yang merupakan jalur Pusat kegiatan para Nelayan dan Perdagangan Penduduk setempat dengan Luar Negeri terutama ke Penang/Malaysia.
Sungai Batang Serangan ketika bertemu dengan Sungai Wampu, namanya kemudian menjadi Sungai Langkat, dan Kedua sungai tersebut masing-masing bermuara di Kuala langkat dan Tapak Kuda.
Kata LANGKAT yang berasal dari nama sejenis Pohon yang dikenal oleh para masyarakat Melayu setempat dengan sebutan Pohon LANGKAT kemudian menjadi nama Daerah.
Pada Zaman dahulu kala Pohon Pohon LANGKAT banyak tumbuh disekitar Sungai Langkat, akan tetapi Jenis Pohon LANGKAT tersebut pada saat sekarang ini sudah Langka dan hanya dijumpai di sekitar hutan hutan Pedalaman Kabupaten Langkat dan Jenis Pohon LANGKAT ini menyerupai Pohon Langsat, tetapi rasa buahnya pahit dan kelat.
Pusat Kerajaan Langkat berada di sekitar Sungai Langkat dan Kerajaan akhirnya Populer dengan nama Kesultanan Negeri Langkat.
Asal mula Kesultanan Langkat berdasarkan tambo Langkat mengatakan bahwa nama Leluhur Dinasti Langkat yang terjauh diketahui adalah Dewa Syahdan yang hidup sekitar Tahun 1500 hingga Tahun 1580.
Kemudian Dewa Syahdan digantikan oleh Puteranya yang bernama Dewa Sakti yang memerintah sekitar Tahun 1580 hingga Tahun 1612. Dan selanjutnya Dewa Sakti digantikan oleh Sultan Abdullah yang lebih dikenal dengan nama Marhum Guri, selanjutnya Tambo Langkat mengatakan bahwa yang menggantikan Marhum Guri adalah puteranya Raja Kahar (± 1673).
Raja Kahar adalah pendiri Kerajaan Langkat dan sebagai Ibu Kota Pemerintahan berpusat di Kota Dalam yaitu Daerah antara Stabat dengan Kampung Inai pada pertengahan Abad ke 18.
.
Dalam berpedoman pada Tradisi dan Kebiasaan Masyarakat Melayu Langkat maka mereka menetapkan kapan Raja Kahar mendirikan Kota Dalam yang merupakan cikal bakal Kerajaan Langkat pada kemudian hari. Setelah menelusuri beberapa sumber dan dilakukan perhitungan, maka Raja Kahar mendirikan Kerajaannya bertepatan tanggal 12 Rabiul Awal 1163 H, atau tanggal 17 Januari 1750. Dan melalui seminar yang berlangsung di Stabat, pada tanggal 20 Juli 1994 atas kerjasama dengan Tim Pemkab Langkat dengan sejumlah Pakar dari jurusan sejarah Fakultas Sastra USU.
Akhirnya di tentukanlah Hari Jadi tersebut pada Tanggal 17 Januari 1750. Sehingga saat ini pada tahun tahun sebelumnya hingga Tahun 2023 sekarang ini Wilayah Negeri Melayu Langkat menjadi Kabupaten Langkat yang telah ditetapkan pada UU No. 7 Tahun 1956 dengan Motto : ” Berpadu Sekata Berpadu Berjaya “. (Dipa).

Tinggalkan Balasan