Liputan BERITA

Ini Kata Tomas Di Pacitan: Masyarakat Tak Memahami Aspirasi Para Kepala Desa

Ditulis oleh Liputan68 pada 30 Januari 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan – Tuntutan para kepala desa terkait perpanjangan masa jabatan dari 6 tahun menjadi 9 tahun, ditengarai tidak melalui rembuk desa. Masyarakat tidak pernah tau dan paham, akan aspirasi yang disampaikan mereka ke Senayan tersebut.

“Segala sesuatu termasuk aksi kepala desa ke Senayan yang menuntut perpanjangan masa jabatan menjadi lima tahun, kalau tidak dikomunikasikan secara transparan akan menjadi bumerang,” kata Wasono, salah seorang tokoh masyarakat di Pacitan, Senin (30-01-2023).

Wasono yang juga pegiat organisasi Pemuda Pancasila ini mengatakan, sebelum datang menggelar aksi ke Jakarta, sebaiknya kades yang bersangkutan melakukan komunikasi dengan masyarakat yang dipimpinnya, terkait dengan keinginan perpanjangan masa jabatan. “Aspirasi tersebut tentu harus disertai dengan beberapa pertimbangannya yang didasarkan pada kajian-kajian dan pertimbangan plus dan minusnya, agar tidak menjadi bola liar seperti ini,” kritik dia.

Selain itu, sambungnya, para kades dianggap melupakan bahwa mereka termasuk jabatan politik, hanya saja tidak mengunakan partai politik.

Para kades itu dipilih langsung oleh rakyat di desanya dan bukan ditetapkan dengan surat keputusan oleh presiden/DPR. “Jadi sebaiknya rakyat yang memilihnya menjadi kades, diajak berbicara, agar tahu dan faham. Tapi faktanya tidak seperti itu. Sehingga wajar bila saat ini aksi tersebut menjadi pertanyaan masyarakat,” tutur Wasono.(Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian