Liputan BERITA

Efek Ganjar Bisa Pengaruhi Suara PDI-P Di Pacitan. PKB Naik Kursi, Demokrat Sedikit Terancam?

Ditulis oleh Liputan68 pada 15 Mei 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan- Dua partai politik (parpol) peserta pemilu 2024 di Kabupaten Pacitan, diprediksikan berpotensi mendongkrak perolehan kursi.

Dua Parpol dimaksud seperti PDI-P dan PKB. “Dua parpol kontestan pemilu, yaitu PKB dan PDI-P yang saya perkiraan akan bisa mendongkrak perolehan kursinya di Pileg 2024,” kata pengamat politik lokal, Moh Saptono Nugroho, Senin (15-05-2023).

Menurut mantan aktivis HMI ini, kenapa PDI-P diproyeksikan akan bisa menambah perolehan kursi di Pileg 2024, itu lebih dipengaruhi isu seksi calon presiden Ganjar Pranowo yang bisa menciptakan magnetik politik jauh lebih kuat dari Jokowi lalu.

“Isu Ganjar sebagai capres akan bisa menghipnotis masyarakat Pacitan. Fenomena ini memang jauh berbeda ketika Jokowi maju sebagai capres lalu. Dinamika itu tentu berbanding positif dengan perolehan suara PDI-P nantinya,” ujar Saptono.

Kemudian PKB , yang oleh Saptono juga dikatakan sebagai partai alternatif yang akan bisa menambah perolehan kursinya. Dia berpendapat, strategi politik yang disiapkan partai berlambang bola dunia itu semakin solid.

Ditambah lagi kehadiran bakal calegnya yang bisa dibilang siap bertarung meskipun nanti sistem kepemiluan akan berubah dari proporsional terbuka menjadi proporsional tertutup.

“Di pemilu lalu PKB bisa mencuri lima kursi. Pemilu kali ini minimal mereka bisa menambah satu kusi. Atau disetiap dapil PKB akan bisa menempatkan satu wakilnya,” jelas mantan legislator dari PKP ini.

Sementara itu untuk Demokrat, Saptono berpendapat bisa bertahan dengan 14 kursi, itu sudah sangat bagus. Persoalan tersebut lebih dipengaruhi kesadaran masyarakat pemilh yang saat ini sudah mulai merintis untuk melakukan reorientasi politik.

Itu disebabkan kuatnya penetrasi politik yang tengah dilakukan tokoh-tokoh nasional maupun provinsi dari PDI-P terhadap Pacitan.

Selain itu, efek politik Indartato yang dulu menjadi episentrum suara, sekarang ini sudah mulai meredup. Persoalan tersebut sebagai dampak reorganisasi di internal Demokrat.

Demikian juga isu nasional yang cukup memantik perhatian publik. Hal ini sangat memengaruhi suara Demokrat di daerah. Terkecuali ketika nanti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bisa terorbit sebagai calon wakil presiden, fanatisme masyarakat Pacitan akan kembali terstimulasi.

“Efek Indartato sudah banyak menurun. Fenomena ini juga sangat memengaruhi perolehan suara dan perolehan kursi tentunya,” tandas Saptono. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian