Perempatan Mbah Takim Bangunsari, Perlu Penjagaan Petugas?
Pacitan,Liputan 68.com- Persimpangan merupakan sumber konflik lalu-lintas. Apalagi persimpangan yang belum terpasang alat pemberi isyarat lalu-lintas (Apill).
Seperti persimpangan di sepanjang ruas jalan Yos Sudarso, Desa Bangunsari, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, atau tepatnya di perempatan Mbah Takim. Dari hari ke hari, lalu-lintas di kawasan tersebut semakin padat, utamanya saat jam masuk sekolah atau jam kerja.
Selain belum terpasang Apill, di perempatan tersebut juga luput dari penjagaan petugas. Belum lama ini, setiap pagi ada beberapa personil kepolisian yang berjaga di kawasan tersebut. Akan tetapi belakangan, sudah tak nampak lagi penjagaan dari petugas.
Menurut Yati, salah seorang pengendara motor yang berhasil ditemui wartawan berharap, agar dapatnya setiap pagi saat jam masuk sekolah, ada personil kepolisian yang berjaga di perempatan jalan tersebut.
“Kalau bisa setiap pagi ada penjagaan dari pihak kepolisian. Biasanya arus lalu-lintas yang melewati perempatan tersebut cukup ramai. Apalagi anak-anak sekolah. Kadang mereka nyelonong dan kecepatannya juga lumayan banter. Saya khawatir kalau tidak ada petugas jaga, akan membahayakan keselamatan pengendara,” katanya, saat dimintai keterangan oleh wartawan, Senin (7/8).
Sementara itu Kabid Lalu-lintas dan Angkutan, Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan, Agus Winarno mengatakan, seiring adanya masukan dari masyarakat, pihaknya akan meneruskan hal tersebut ke forum lalu-lintas. “Akan kita sampaikan saat rapat dengan forum lalu-lintas. Sebab kewenangan soal lalu-lintas ada di pihak kepolisian, khusunya Satuan Lalu-lintas. Sedangkan Dinas Perhubungan hanya membantu,” kata Agus secara terpisah.
Ia juga tak menampik, bila belakangan traffic di kawasan tersebut memang terus meningkat. Terlebih saat pagi hari saat jam sekolah. “Secepatnya masukan tersebut akan kita tindak lanjuti,” tegas dia. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan