Iwa: Semua Pemimpin Berkeinginan Memuaskan Hati Rakyat Yang Dipimpinnya
Pacitan,Liputan 68.com- Memuaskan hati rakyat, mungkin itu cita-cita dan harapan semua pemimpin. Baik presiden, gubernur, walikota, bupati sampai kepala desa.
Tak ada pemimpin yang ingin rakyatnya sengsara. Namun begitu, untuk bisa memuaskan semua keinginan masyarakat bukanlah hal yang mudah.
Selain keterbatasan masa jabatan serta cupetnya kemampuan anggaran yang dimiliki daerah. Disitulah pemimpin di tuntut untuk berpikir cerdas dan menerapkan skala prioritas dalam melaksanakan strategi pembangunan.
Maka tak heran seperti di Pacitan, masih ada nada-nada sumbang yang mengkritisi soal jalan rusak yang belum tertangani secara maksimal.
Akan tetapi disatu sisi, tak sedikit pula ruas-ruas jalan strategis yang detik ini sangat mulus dilalui kendaraan. Semua tentu tak lepas dari kebijakan seorang pemimpin, yang smart dalam menentukan strategi pembangunan.
Wakil Ketua DPD Demokrat Jatim, Indra Widya Agustina menegaskan, tidak semua pemimpin bisa memuaskan keinginan rakyat yang dipimpinnya. Banyak keterbatasan yang dimiliki seorang pemimpin.
Selain periodisasi kepemimpinan, juga cupetnya anggaran yang dimiliki suatu daerah. “Sama ketika Pak SBY dulu memimpin negara ini. Suka dan tidak suka selalu mewarnai perjalanannya. Dan itu hal wajar yang harus dialami oleh seorang pemimpin.
Namun disatu sisi juga tak sedikit masyarakat yang memberi apresiasi atas capaian pembangunan yang dilaksanakan di masa pemerintahan SBY. Itulah peran pemimpin untuk merencanakan skala prioritas kebijakan pembangunan. Pemimpin selanjutnya yang akan meneruskan apa-apa yang belum tercapai oleh pemimpin sebelumnya,” kata politikus Demokrat yang akrab disapa Iwa ini, Sabtu (21/10).
Untuk Pacitan sendiri, lanjut Iwa, di masa pemerintahan Bupati Raden Mas Tumenggung Indrata Nur Bayuaji yang belum genap tiga tahun ini, capaian pembangunan infrastruktur sangat luar biasa dibandingkan dengan ketersediaan anggaran yang ada, serta pendeknya masa jabatan.
Iwa juga tak menampik, mungkin masih banyak kritik dari masyarakat berkaitan dengan masih adanya jalan rusak yang belum tertangani. “Mas Aji (Indrata Nur Bayuaji) tidak alergi dengan kritik. Tapi sampaikan kritikan yang konstruktif dan berikan juga solusinya. Jangan menyampaikan kritik dengan dilatari ketidak sukaan secara personal. Kita ini bicara soal daerah bukan orang per orang atau golongan,” jelas caleg DPRD Provinsi Dapil IX Jatim ini. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan