Bupati Pacitan Apresiasi Gerakan Kampanye Laut Dengan Mural

Pacitan – Gerakan kampanye lestarikan laut menjadi cukup menarik ketika di lakukan dengan cara berbeda. Bukan dengan poster, dengan focus group discuss, atau dengan pembuatan souvenir kaos dan sebagainya. Namun dengan mural dinding tembok rumah, toko/perusahaan, di tengah kota kota, atau di tempat wisata.

Seperti yang dilakukan oleh sekelompok perupa asal Jogjakarta dan Pacitan. mereka melakukan gerakan kampanye peduli laut dengan membuat gerakan mural di daerah tempat wisata, tepatnya di arah pantai Pancer Dorr Pacitan.

Aksi mural yang bertajuk Southsea Art Movement ini, diprakarsai oleh beberapa perupa asal Jogjakarta seperti Nano Warsono, Yanal Desmon, dan Antino Restuaji. Mereka mengajak beberapa perupa Pacitan, Fillahi Pratanda, Fals Dani Alvan, Kus Hervica, Kus Hervida, Setiyono, dan Yogi bayu, untuk bersama melakukan aksi kampanye dengan melukis di tiga media tembok rumah dan toko area Pantai Pancer Dorr.

Kegiatan yang dimulai sejak tanggal 16 Desember Sampai 19 Desember 2023 ini, nampaknya cukup menarik perhatian masyarakat dan wisatawan yang berkunjung di Pancer Dorr. Pasalnya, saat hendak bermain di pantai dan melewati lokasi mural, mereka menghentikan kendaraannya untuk melihat aksi dan berkomentar seolah mengartikan gambar yang sedang dibuat.

Liputan JUGA  Jaga Netralitas ASN Pilkada 2020, Gubernur Lampung Akan Kirim Surat Edaran Untuk 8 Kab/Kota

” Itu gambar, lumba lumba, hiu martil, dan penyu, tubuhnya keluar api, dan ada seperti plastik bertebaran di tubuhnya, seolah mereka sedang kesakitan. kira kira mereka begitu ya kalo laut kotor ” kata Sunarko, wisatawan asal Madiun, Selasa (19/12/2023).

Aneka komentar banyak diucapkan masyarakat yang sedang lewat lokasi mural. Seolah seperti kurator lukisan, mereka berpendapat masing masing tentang laut tanpa ada yang mengajak.

” Ya memang tujuannya begitu, mengajak siapapun ketika melihat mural, dapat berpendapat dan berpikir bagaimana jika laut dan isinya kotor. Harapanya agar jauh dialam bawah sadarnya akan muncul geliat aksi untuk menjaga laut.” Jelas Slamet cuboh Hember, relawan Sahabat Penyu Pacitan, juga menjadi tim aksi mural.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *