Telah Diresmikan, Gedung Menara Doa GMIT di Oesapa Terbuka untuk Seluruh Umat

NTT, Liputan68.com- “Gedung menara doa ini akan menghimpun semua hamba Tuhan dan anggota persekutuan doa seluruh wilayah GMIT. Dan terbuka untuk seluruh umat yang punya pergumulan khusus,” tutur Ketua Pantia Pembanguan Gedung Menara Doa, Jonas S. Sanam.
Ketua Panitia juga menjelaskan, Gedung Menara Doa tersebut adalah sumbangan dari keluarga Lada dalam hal ini Ibu Yohana Lada kepemilikan tanah bersertifikat.
“Gedung Menara Doa Sinode GMIT ini terdiri dari dua lantai dengan ukuran 20 x 18 m2 (360 m2),” terang Jonas Sanam.
Sebagaimana diketahui, Acara Peresmian Gedung Menara Doa Persekutuan Doa (PD) Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) ini dikemas dengan acara Natal bersama di RT.44/RW 14, Kelurahan Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, (27/12/2023).

Peresmian Gedung Menara Doa ditandai dengan pelepasan Merpati Putih dan Penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum Pengurus PD GMIT, Yohana Lada- Sitta, S.Th.,M.Si dan Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pendeta Elisa Maplani, M.Si.
Hadir pada acara peresmian Gedung Menara Doa tersebut, Anggota DPRD Provinsi NTT, Ir. Alexander Foenay, M.M, Perwakilan dari Pemprov NTT dan Pemkot Kupang, Ketua Sinode GMIT, Ketua GMIT terpilih periode 2023-2026, Ketua Badan Pengurus PD Sinode GMIT, Ketua Klasis dan UPP Klasis, para Pendeta, dan undangan lainnya.
Anggota DPRD Provinsi NTT, Ir. Alexander Foenay, M.M, yang turut hadir pada acara Peresmian Gedung Menara Doa tersebut mengatakan, gedung yang baru diresmikan ini menjadi represantasi.
“Jadi dengan adanya gedung baru ini yang menjadi representasi daripada Persekutuan Doa-Persekutuan Doa yang di NTT. Ini sebenarnya suatu nilai tambah untuk bagaimana kita lebih bertumbuh dalam iman,” ujar Alex Foenay disela-sela acara.
“Ini kan bukan hanya di gereja saja tapi Persekutuan Doa (PD). Justru yang kita liat, PD-PD ini lebih banyak itu pelayanan menjangakau jemaat-jemaat yang terpinggirkan baik itu terpinggirkan soal SDM, terpinggirkan soal wilayahnya, sumber dayanya dan ini perlu didukung. Dan ini sebenarnya kalau kedepan pemerintah yang baik dan benar itu harusnya gandeng PD-PD ini supaya fisik boleh tumbuh dan iman juga tumbuh,” kata Politisi Partai Perindo itu.
Sementara itu, Pdt. Elisa Maplani mengatakan, Terkait dengan pemanfaatan gedung ini harapan kita, sebagaimana tadi saya sampaikan dalam suara gembala bahwa gedung ini tentu menjadi tempat dimana banyak orang akan bergumul di sana berkenaan dengan pembangunan spiritualitas hidup.
“Kita berharap gedung ini juga dapat menjadi tempat untuk mempercakapkan berbagai cerita-cerita keprihatinan sosial jemaat, masyarakat kita sehingga bisa menghasilkan semacam solusi terhadap berbagai cerita keperihatinan sosial tadi tidak saja untuk tempat doa, tapi juga menggumuli masalah –masalah sosial seperti masalah kemiskinan, masalah human trafficking, masalah stunting, dan sebagainya, selain mendoakan tapi pikiran-pikiran untuk bagaimana menyumbang pikiran-pikiran untuk penyelesian atau memberi jalan keluar terhadap berbagai persoalan sosial tadi,” katanya.
Harapannya, aspek pertama pemeliharaannya ini menjadi penting. “Saya kira ini semua gagah memanfaatkan ini secara baik aspek kebersihannya tapi aspek pemeliharaan yang tidak kalah penting karena gedung ini kan tadi kalau mau ditotalkan itu anggarannya sekitar diatas 2 miliar, banyak itu. Kadang kala kita sudah membangun tapi aspek pemeliharaannya itu tidak diperhatikan,” imbuhnya.
“Dan yang kedua, kepada umat yang punya beban-beban pergumulan, tidak saja ke gereja tapi juga dapat mendatangi hamba-hamba Tuhan yang ada di tempat ini untuk saling menopang satu dengan yang lain.
Kepada warga GMIT hari ini sudah ada satu gedung milik GMIT Menara Persatuan Doa GMIT, yang kalau ada ada beban-beban pergumulan, boleh datang untuk menyampaikan dan bergumul bersama dengan para hamba Tuhan di tempat ini,” tutupnya.
Ketum Umum Pengurus PD GMIT, Yohana Lada- Sitta menuturkan pergumulan panjang PD hampir 20 tahun untuk membangun sebuah gedung yang akan dipakai untuk kegiatan sekretariat dan kegiatan lainnya akhirnya terwujud.
“Semua ini terjadi oleh karena kasih Tuhan menyertai kita semua sehingga rencana yang indah ini tepat terjadi pada periode pengurus bakti 2019 sampai 2023.
Jadi sesuai dengan rencana dilaksanakan pada hari ini, Rabu tanggal 27 Desember 2023 bertempat di halaman gedung Manara Doa sekalian dengan Natal bersama,” ungkap Mantan Anggota DPRD Provinsi NTT itu.*** (Mario)

Tinggalkan Balasan