Kronologi Pensiunan ASN di Kupang Dikeroyok Dua Pria Hingga Babak Belur

NTT, Liputan68.com- Peristiwa tak terduga menimpa seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ferdinand Selan (65), pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), asal Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terluka parah di bagian kepala akibat dihajar oleh dua orang pria.

Peristiwa nestapa yang dialami oleh pria usia 65 tahun ini terjadi di halaman rumah Habel Asbanu, di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Dia babak belur dianiaya YS (54), warga Kelurahan Pasir Panjang dan FS (63), warga Desa Batutua, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao.
Tak terima dianiaya, Ferdinand langsung mendatangi Markas Kepolisian Resor Kupang dan membuat laporan polisi.

“Kasus penganiayaan ini terjadi kemarin, dengan laporan polisi nomor LP/B/07/I/ 2024/SPKT/Polres Kupang/Polda NTT, tanggal 7 Januari 2024,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah NTT Komisaris Besar Polisi Ariasandy, pada Senin (8/1/2024).
Lebih lanjut Kabid Humas Polda NTT, Ariasandy menjelaskan secara detail kronologi dari aksi penganiayaan tersebut.
Ariasandy menuturkan, kasus itu bermula ketika pada Minggu (7/1/2024) siang, Ferdinand sedang asyik duduk di depan rumah Habel Asbanu.

Tak lama berselang, datang pelaku YS yang merupakan seorang ASN di NTT. Dia datang bersama pelaku lainnya, FS.
Pria YS datang sambil marah-marah dan sempat memaki Ferdinand.
Karena emosi, Ferdinand lalu berdiri dan keduanya berkelahi.
Saat keduanya berkelahi, FS juga ikut memukul Ferdinand. Tak hanya itu, dalam Kompas.com, YS mengambil sebuah kayu lalu memukulkannya ke kepala Ferdinand hingga korban mengalami luka robek.
Ferdinand yang bersimbah darah melarikan diri dan mendatangi Markas Polres Kupang.
“Korban sudah divisum. Para pelaku sudah dipanggil untuk dimintai keterangannya. Beberapa saksi juga sudah diperiksa,” kata Ariasandy.***

Tinggalkan Balasan