Liputan BERITA

Pepo Pulang Kampung Dan Nyoblos Di Pacitan. Mas Aji Ajak Seluruh Warga Nyawiji, Mensupport Calon-Calon Dari Partai Yang Dilahirkan SBY

Ditulis oleh Liputan68 pada 3 Februari 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- “Kacang ora ninggalke lanjaran”. Pepatah Jawa diatas mungkin sangat tepat dialamatkan kepada Ketua DPC Partai Demokrat Pacitan, Raden Mas Tumenggung Indrata Nurbayuaji.

Hampir selama 20 tahun, putra kandung dari mantan Wakil Bupati Pacitan, Soedjono itu berkiprah di dunia politik sebagai anggota DPRD hingga sekarang ini berlanjut sebagai Bupati Pacitan.

Meski begitu, Mas Aji, begitu Indrata Nurbayuaji akrab disapa, tak pernah lupa dengan asal-usulnya. Jabatan puncak sebagai orang nomor satu di kampung halaman Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), malah membuatnya semakin dekat dengan masyarakat. Apalagi masyarakat sekampungnya.

Di sebuah kesempatan bersilaturahmi dan doa bersama dengan warga Lingkungan Blumbang, Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, yang merupakan kampung halamannya, Sabtu (3/2) malam, Mas Aji, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengingat sejarah.

Warga Blumbang saat bersilaturahmi dengan Mas Aji
Warga Blumbang saat bersilaturahmi dengan Mas Aji

Bahwa di Blumbang, banyak melahirkan tokoh-tokoh lokal yang sangat berpengaruh. Selain sebagai kepala kelurahan, juga ada salah satu tokoh yang sangat disegani di seluruh negeri dan juga dunia internasional. Dia adalah, Susilo Bambang Yudhoyono.

“Mulai dari SD sampai lulus SMA, Pak SBY tinggal di Blumbang,” kata Mas Aji.

Berkat jasa beliau selama menjabat sebagai presiden, lanjutnya, membuat Pacitan yang dulunya banyak di kenal “adoh ratu, cedak watu” menjadi daerah makmur loh jinawi, di kenal di seluruh nusantara. Bahkan dunia internasional mengenal Pacitan sebagai daerah kelahiran SBY.

Setelah satu dekade memimpin Indonesia, perhatian SBY terhadap Pacitan masih terus berlanjut. Hal itu dibuktikan dengan berdirinya Museum dan Galeri SBY-Ani di Pacitan.

Menurut Mas Aji, pembangunan Museum SBY yang diperkirakan menelan anggaran lebih dari 500 miliar tersebut, murni dari uang pribadi SBY dan kolega-koleganya. Tidak ada serupiahpun uang dari pemerintah.

“Anggaran sebesar 500 miliar itu sangat besar. APBD kita saja sekitar 1,6 triliun. Artinya, pembangunan Museum SBY tersebut hampir 1/3 APBD Pacitan. Tujuan Pak SBY semata-mata demi mengangkat Pacitan ke dunia internasional. Sehingga di kenal diseluruh dunia,” beber Mas Aji dihadapan ratusan warga Blumbang yang hadir di acara tersebut.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, setelah purna tugas sebagai presiden dan tuntas menyelesaikan pembangunan museum, sekarang ini SBY pulang kampung dan menjadi penduduk Pacitan.

Bahkan saat hari H pencoblosan Pileg dan Pilpres 2024, SBY akan menyalurkan hak politiknya di TPS 16 yang berlokasi di RT 5/RW 07, Lingkungan Ngampel, Kelurahan Ploso, Pacitan. “Pak SBY akan mencoblos di Pacitan. Sebab sekarang ini Pak SBY tinggal di Pacitan. Beliau akan mencoblos di TPS 16, Lingkungan Ngampel. Tepatnya di RT 5 RW 7.

Oleh sebab itu, saya harapkan semua warga Pacitan, bisa nyawiji. Memilih dan mensupport calon-calon dari partai yang dilahirkan SBY,” pesan Mas Aji. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian