Idul Adha 2024, Imam Masjid Al Muhajirin Mosque Oebufu Haji Umar: Mari Bergandengan Membangun NTT yang Lebih Bagus

NTT, Liputan68.com- Memperingati Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah yang jatuh pada tanggal 17 Juni 2024, sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan semangat berbagi, tahun ini Masjid Al Muhajirin Mosque menyiapkan hewan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat.
“Alhamdulilah kegiatan pemotongan hewan kurban pada tahun ini Sapi berjumlah 11 ekor, Kambing 7 ekor. Sumbernya hewan kurban yakni 8 ekor Sapi dari Masjid Oebufu, satu dari Penjabat Wali Kota Kupang, Satu ekor dari PT. Telkom. Sedangkan yang lain dari kami masyarakat sekitar sini.

Pensiunan ASN Dinas Peternakan NTT ini mengatakan bahwa untuk penyaluran atau pendistribusian, disini kami tidak pilih kasih, yang datang baik yang muslim maupun non muslim juga pasti kebagian, termasuk lingkungan kami bapak Pendeta, tokoh-tokoh agama lainnya kami kasih kupon kupon ini,” ujar Ketua Panitia, Haji Firdaus.
Sementara itu Sekretaris Panitia, Ahmad Ulumando mengatakan bahwa sesuai dengan tema tahun ini dengan hari raya kurban kita mempererat hubungan silahturahmi dalam bahasa agama, dalam bahasa negara kita melasanakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia sehingga pada tahun ini kita menyalurkan total kurban sebanyak 800 paket.

“Harapan kita kedepan masyarakat harus lebih menanamkan makna daripada kurban bahwa memberi bantu atau memberikan keadilan sosial sehingga ada yang mampu bisa menymbangkan kepada kurang mampu sehingga kita merasakan bersama begaimana orang senang dan bagaimana orang susah, orang yang senang bisa merasakan orang yang susah punya keadaan. Mudah mudahan tahun depan jumlah meningkat dari tahun ini,” ungkap Ahmad Ulumando .
Imam Masjid Al Muhajirin Mosque Oebufu Kupang, Haji Umar Lepaleng mengatakan, Hewan Kurban ini kita bagi bukan hanya umat muslim saja tetapi dengan umat non muslim di sekitar masjid ini, kita bagi untuk masyarakat kita dan yang kerja ini bukan hanya orang islam tapi berbaur, jadi tidak ada perbedaan diantara kita jadi tolerani yang sudah baik ini tetap kita menjaga.

“Jadi sejak kemarin kita bergandeng tangan sama sama bekerja dan bekerja sama sama. Nuansa kekeluargaan ini yang paling bermakna. Mari kita bergandeng tangan untuk membangun NTT yang lebih bagus kedepan,” pungkas Haji Umar.***

Tinggalkan Balasan