Liputan BERITA

Ribuan ASN Di Pacitan Menangis Pilu. “Kami diarahkan untuk ini dan itu nurut. Tapi dari sisi hak (TPP) kok pelit dibayarkan”

Ditulis oleh Liputan68 pada 18 Februari 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Dibalik euforia kemenangan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo-Gibran, di Pacitan dan juga seluruh nusantara, ada tangis pilu yang sampai saat ini dirasakan ribuan aparatur sipil negara (ASN) utamanya mereka dari golongan rendah.

Hal tersebut berkaitan dengan belum cairnya tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) yang sudah tiga bulan ini tak kunjung dibayarkan.

Sampai-sampai ada dari mereka yang hendak menyampaikan perihal kesejahteraan mereka ke Capres Prabowo, saat berkunjung ke Pacitan, Sabtu (17/2) kemarin.

Meski, aspirasi itu hanya sebatas angan lantaran ketatnya penjagaan petugas saat calon orang nomor satu di Indonesia tersebut mendarat di bumi kelahiran SBY.

Seperti diketahui, sejak adanya beleid soal TPP, Pemkab Pacitan terbilang paling kecil memberikan tambahan kesejahteraan bagi semua ASN, dibandingkan dengan kabupaten/kota tetangga.

Sebagai contoh untuk kelas jabatan terendah hanya menerima tak lebih dari 700’an ribu dan kelas jabatan tertinggi hanya dikisaran 7 jutaan per bulan.

Sementara di Kabupaten Ponorogo misalnya, untuk kelas jabatan terendah bisa menerima hampir 2,5 juta dan sekitar 25-30 jutaan bagi kelas jabatan tertinggi.

Sedangkan di Pacitan, hak tunjangan tersebut masih relatif kecil. Pembayaran pun terkesan tersendat.

Sampai-sampai tak sedikit dari para ASN yang harus menggadaikan barang berharga miliknya untuk pembiayaan putra-putri mereka yang tengah menempuh bangku perkuliahan.

“Kami ini kurang apa, diarahkan untuk ini dan itu kami nurut. Tapi dari sisi hak kok pelit untuk segera dibayarkan,” ungkap salah seorang ASN, yang saat itu bersama ratusan rekan sejawatnya saat menjemput kehadiran Capres Prabowo di Lanud Iswahyudi TNI AU, Sidoharjo Pacitan.

Sementara itu Kepala Badan Keuangan Daerah Pacitan, Daryono belum bisa dihubungi. Saat ditelpon melalui telepon selulernya belum diangkat sekalipun terdengar nada sambung. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian