Tembakau Menjadi Komoditi Seksi Bagi Petani Di Pacitan. Kedepan Berharap Kebijakan Pemerintah Adanya Alokasi Pupuk Bersubsidi
Pacitan,Liputan 68.com- Pupuk bersubsidi masih menjadi persoalan klasik bagi petani. Bukan hanya di Pacitan, namun hampir disemua daerah ketercukupan akan pupuk bersubsidi, masih jauh dari harapan.
Kabid Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan, Joko Rinanto mengatakan, semoga di rezim pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Raka Buming Raka nantinya, problema ketercukupan pupuk bersubsidi bagi petani bisa terpecahkan.
“Nantinya distribusi pupuk akan langsung kepada petani. Ini harapan baru bagi mereka dan semoga pemerintahan kedepan bisa mewujudkan harapan tersebut,” kata Joko, Senin (26/2).
Menurut Joko, selama ini pupuk bersubsidi memang masih terfokus untuk tanaman pangan dan beberapa komoditi tanaman perkebunan. Kedepan semoga ada harapan baru bagi petani tembakau di Pacitan.
“Produksi tembakau di Pacitan, perlahan menampakan sebuah fenomena keberhasilan. Setiap tahun luas tanam terus bertambah, mengingat hasil tembakau sangat bagus dan banyak di manfaatkan oleh beberapa pabrik rokok kenamaan di Indonesia. Seperti Gudang Garam dan Djarum misalnya,” jelasnya.
Joko menjelaskan, selama ini petani tembakau di Pacitan memang sudah membuka nota kesepahaman (MoU) dengan PT Sadana, Klaten, Jateng.
Mereka yang setiap musim panen tiba mengambil hasil tembakau dari Pacitan untuk disalurkan ke beberapa pabrik rokok tekemuka. “Ini khusus tembakau jenis Virginia. Kalau tembakau jenis grompol menjadi komoditi ekspor,” ujar Joko.
Mengingat hasil tembakau yang sudah bisa dirasakan para petani, tentu geliat mereka untuk mengembangkan tanaman tembakau dari tahun ke tahun terus meningkat.
Salah satu buktinya dengan masifnya tambah tanam. “Pertanian memang harus digenjot. Dulu pertanian hanya sekedar definisi, yaitu pertanian adalah? Namun sekarang, mengapa dengan pertanian.
Ini semangat petani yang terus di pupuk dan dikembangkan seiring persaingan pasar secara online. Penambahan dan kualitas bahan baku harus diperhatikan. Mengingat hasil tembakau kita banyak di kulak oleh pabrik rokok besar. Seperti Gudang Garam, Djarum dan juga HM Sampoerna,” tukasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan