Tomas Di Pacitan: ASB dan Ronny Berpeluang Duduk Sebagai Ketua DPRD. Pendatang Baru Sebaiknya Belajar Dulu
Pacitan,Liputan 68.com- Pileg 2024 telah usai. Para caleg dan partai politik kontestan pemilu tinggal menunggu hasil real count KPU yang detik ini masih terus berjalan.
Kendati begitu, dari hasil hitung cepat sementara, Demokrat diprediksi menempati urutan teratas perolehan suara dan konversi kursi DPRD di Pacitan, yaitu sebanyak 18 kursi.
Disusul kemudian Partai Golkar dengan 7 kursi, PDI-P dengan 6 kursi dan PKB dengan 5 kursi.
Dari data sementara tersebut, Demokrat dipastikan akan mendapatkan porsi Ketua DPRD. Sedangkan Golkar, PDI-P dan PKB, diprediksi bakal mendapatkan kursi wakil ketua, masa jabatan 2024-2029.
Mengulik prediksi calon pimpinan dewan di atas, siapakah caleg terpilih yang akan mendapatkan mandat dari partai pengusungnya sebagai calon Ketua DPRD Pacitan mendatang?
Salah seorang tokoh Ormas di Pacitan, Damhudi ikut angkat bicara terkait teka-teki kandidat orang nomor satu di Gedung DPRD Pacitan.
Menurut Damhudi, partai yaitu Demokrat tentu punya penilaian tersendiri untuk mengutus kadernya di DPRD sebagai calon pucuk pimpinan. Selain pengabdian, juga waktu pengabdian dan level di struktural partai, yang akan mereka jadikan media penilaian terhadap calon Ketua DPRD.
“Kalau didasarkan pada indikator diatas, Arif Setia Budi yang punya chance besar untuk duduk sebagai calon Ketua DPRD Pacitan, masa jabatan 2024-2029,” kata Mantan Ketua KPU Pacitan dua periode ini, Selasa (27/2).
Menurut dia, kalau dilihat dari prosentase perolehan suara, Arif memang masih tertinggal jauh dengan Rakhman Wijayanto, yang di estimasi mendulang 10.960 suara by name. Sedangkan Arif Setia Budi dengan 9.812 suara. “Perolehan suara terbanyak tidak menjadi acuan mendasar bagi partai untuk menentukan kadernya duduk sebagai pucuk pimpinan di DPRD.
Level kepengurusan juga menjadi indikator penilaian. Juga loyalitas, lama pengabdian, prestasi serta jam terbang yang dikantongi. Disitulah Arif yang saya prediksi punya peluang besar duduk sebagai Ketua Dewan. Selain orang lama, dia juga sebagai Sekretaris DPC Demokrat,” beber Damhudi.
Senioritas ASB, tidak menutupi kemungkinan akan menjadi penilaian lebih dari jajaran kepengurusan Demokrat di level pusat, yang nantinya sebagai motor penggerak fraksi dan juga kelembagaan DPRD.
“Orang baru sekalipun dengan suara terbanyak, menurut saya ya harus banyak belajar dulu. Tapi semua itu hanya sebatas pendapat pribadi.
Tidak menutup kemungkinan, seperti Ronny Wahyono, juga punya peluang untuk melanjutkan kursi jabatannya saat ini. Dia juga senior dan sudah dua periode sebagai pengendali di DPRD,” tukasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan