Liputan BERITA

Ini Kriteria Calon Pemimpin Pacitan, Versi Ormas ProJo. Sampaikan Kritik Sebagai Wujud Cinta Pada Bupati Aji

Ditulis oleh Liputan68 pada 1 Maret 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, Liputan 68.com-Ketua DPC Ormas ProJo Kabupaten Pacitan, John Vera Tampubolon ikut sampaikan pendapat terkait kriteria calon pemimpin masa depan.

Dalam keterangan persnya, John yang juga kader PDI-P maindet ini mengungkapkan, siapapun bakal calon bupatinya, ia berharap bisa menggandeng kader perempuan sebagai bakal calon wakil bupatinya.

“Meskipun Mas Aji (Indrata Nur Bayuaji, Red) yang akan kembali maju sebagai calon bupati nantinya, ProJo berpandangan untuk bisa menggandeng cabup dari kalangan perempuan. Entah siapa itu, bisa dari kalangan politisi, akademisi, pengusaha atau apalah yang penting perempuan,” kata John Vera, saat dikonfirmasi, Jum’at (1/3).

Mantan legislator berbasis PDI-P ini mengatakan, selama tiga tahun duduk sebagai pimpinan tertinggi di jajaran eksekutif, Bupati Aji yang menurut John, seakan masih nampak pada dua irisan yang tipis pembedanya.

Satu sisi ia sebagai bupati dan milik seluruh masyarakat Pacitan, serta di sisi lain ia masih lekat sebagai sosok ketua partai politik. Sehingga sulit dibedakan, Mas Aji sebagai kepala daerah dan Mas Aji sebagai lokomotif partai.

“Disinilah kami hadir menyampaikan kritik membangun. Kritik bukan berarti benci. Justru kritik inilah sebagai wujud cinta.

Kalau tidak ada rasa cinta, mungkin kami (ProJo) akan masa bodo terhadap dinamika pemerintahan di bawah kendali Bupati Aji,” bebernya.

Untuk itu, ProJo yang di Pilbup 2020 lalu sebagai elemen pendukung pasangan calon Nyawji-Sumrambah, akan tetap konsisten mengkawal pemerintahan mereka berdua.

Sepanjang, alur pemikiran pemimpin masih tetap konsisten untuk memperjuangkan beberapa hal. Seperti isu pengangguran, kemiskinan, pelayanan yang baik di bidang kesehatan, pendidikan dan juga pembangunan berkelanjutan.

Meski begitu, John masih pelit berkomentar ketika didesak media berkaitan dengan arah dukungan politiknya di Pilbup 2024. Mungkin menurut John, ProJo masih menginginkan sebagai patner pemerintahan, dan sedikit oposisi ketika ada hal-hal yang belum sesuai dengan platform saat masa kampanye lalu.

“ProJo tetap menyampaikan kritik yang solutif demi kemajuan Pacitan. Soal Pilbup, nanti akan terjawab dengan sendirinya,” pungkas dia. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian