Liputan BERITA

Sejarah Mencatat, Di Pacitan Belum Pernah Terjadi Wabup Menjabat Dua Periode. Di Ponorogo, Belum Pernah Terjadi Bupati Menjabat Dua Periode Sepanjang Pelaksanaan Pilkada Langsung. Ini Fenomena Mitos Atau Hanya Faktor Kebetulan?

Ditulis oleh Liputan68 pada 25 Maret 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Fenomena politik eksklusif secara kebetulan berlangsung di dua kabupaten di Jatim yang saling berdekatan. Yaitu Pacitan dan Ponorogo.

Kalau di Kabupaten Ponorogo, atau yang lebih dikenal sebagai Kota Reog tersebut, pasca bergulirnya era reformasi yang salah satunya ditandai dengan pelaksanaan pemilu kepala daerah secara langsung, belum pernah terjadi bupati menjabat selama dua periode.

Demikian pula di Pacitan. Disepanjang pelaksanaan Pilkada secara langsung, belum pernah sejarah mencatat jabatan wakil bupati selama dua periode.

Seperti era pertama Pilkada langsung, pasangan H. Suyono dan HG Soedibyo terpilih sebagai pemenang. Namun diparuh waktu masa jabatan, Bupati Suyono berhalangan tetap dan digantikan oleh Wakilnya, HG Soedibyo sekalipun hanya menjabat sebagai bupati selama satu bulan.

Kemudian di era pemerintahan Bupati Indartato, awal kali berpasangan dengan Suprayitno. Namun tak genap dua tahun menjabat sebagai wakil bupati, yang bersangkutan mangkat dan posisi jabatannya digantikan oleh H. Soedjono, yang tak lain adalah ayah kandung dari Bupati Indrata Nur Bayuaji.

Di rezim ketiga ini, Bupati Aji (Indrata Nur Bayuaji, Red) berpasangan dengan Wabup Gagarin. Lantas apakah di periode selanjutnya mereka masih akan tetap bersama atau harus pecah kongsi politik? Pertanyaan ini masih menjadi misteri, yang belum terjawab.

Apalagi bila dikaitkan dengan fenomena, belum pernah terjadi Wakil Bupati Pacitan menjabat selama dua periode.

Pemandangan seperti itu, apakah dimaknai sebagai mitos atau hanya secara kebetulan?

Menurut pendapat Pengamat Pemilu di Pacitan, Berty Stevanus, dinamika seperti di Ponorogo yang belum pernah terjadi jabatan bupati selama dua periode dan di Pacitan, belum pernah terjadi Wakil Bupati menjabat selama dua periode, ia maknai hanya berlangsung secara kebetulan.

“Kalau pendapat saya sih, itu lebih karena faktor kebetulan saja. Bukan sebuah mitos. Memang disepanjang era reformasi ini belum pernah ada jabatan Wakil Bupati Pacitan berlangsung dua periode,” ujar mantan Ketua Bawaslu Pacitan ini, saat dikonfirmasi, Senin (25/3).

Menurut pria yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia kepemiluan ini, disepanjang sejarah perhelatan Pilkada langsung, memang belum pernah terjadi wakil bupati dicalonkan lagi oleh parpol atau gabung parpol pengusungnya.

Hal tersebut berbeda dengan bupati. Seperti Bupati Indartato misalnya. Diperiode kedua ia kembali dicalonkan dan berpasangan dengan Yudi Sumbogo. Padahal sebelumnya, berpasangan dengan H. Soedjono, yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Pacitan kala itu.

Nah, di Pilbup serentak 2024 nanti, Berty optimistis kalau Bupati Aji masih tetap dicalonkan oleh Demokrat. “Wakil bupatinya yang masih misteri. Apakah Gagarin kembali dicalonkan atau tidak?

Kalau berkaca pada sejarah tersebut, ya kemungkinan Mas Aji tidak lagi berpasangan dengan Pak Gagarin. Tapi nggak tau nanti bagaimana, parpol yang punya keputusan,” bebernya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian