Liputan BERITA

Gagarin: “Ojo Angah-Angah Lan Nggege Mongso. Mlaku Sak Titahe Manut Kuasane Gusti Allah”. Warna Biru Dan Hijau Merupakan Simbol Keberuntungan Dan Kemakmuran

Ditulis oleh Liputan68 pada 23 Juli 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Misteri dibalik pemasangan baliho dan bener Ketua DPD Partai Golkar Pacitan, Gagarin, yang banyak tersebar di penjuru kota dengan dominasi warna biru dan hijau, akhirnya tersingkap.

Menurut politikus Golkar yang detik ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Pacitan ini, warna biru merupakan warna keberuntungan baginya. “Warna biru melambangkan neptu pelahiran saya. Sehingga warna biru merupakan warna keberuntungan,” kata Gagarin, saat dikonfirmasi melalui saluran telepon selulernya, Selasa (23/7).

Ia juga menegaskan, agar tidak tergesa-gesa membuat kesimpulan. Meskipun warna yang terpampang di baliho dan bener miliknya seakan lekat dan identik dengan Partai Demokrat.

Sementara Gagarin sendiri merupakan kader militan Partai Golkar yang identik dengan warna kuning. “Kalau kuning itu kan warna partai ya. Saya tegaskan, biru dan hijau ini warna keberuntungan bagi saya.

Biru merupakan simbol neptu pelahiran dan hijau sebagai simbol kemakmuran. Suket (rumput) itu kan hijau warnanya,” jelas dia.

Gagarin juga tak mau berandai-andai, pemasangan baliho dengan dominasi warna biru, seakan-akan sebagai sinyal, kalau dirinya hendak kembali berpasangan dengan Bupati Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji di Pilbup serentak 2024.

“Nggak gampang menentukan koalisi. Semua itu keputusan DPP. Tidak seperti pilkada sebelumnya.

Di Pilbup serentak tahun ini, koalisi merupakan kewenangan pusat. Kami masih sama-sama menunggu apa yang akan diputuskan oleh DPP,” jlentrehnya.

Sebelum memutus sambungan teleponnya, politikus yang juga menekuni bisnis jagal sapi ini menyampaikan petuah seiring terus berjalannya tahapan Pilbup 2024. Salah satunya, agar tidak angah-angah ataupun nggege mongso.

Demikian juga ketika ditanya apakah dirinya hendak kembali bersama Bupati Aji (Indrata Nur Bayuaji) atau maju sendiri sebagai bakal calon bupati dan menyiapkan pendamping dengan kata kunci “figur yang selama ini sangat dirindukan masyarakat”, Gagarin masih irit memberikan pernyataan.

“Ibarat kita punya makanan, yang ini saja belum habis kok mau cari lainnya. Kita tunggu saja, apa keputusan dan kehendak yang diatas. Mlaku sak titahe manut kuasane Gusti Allah,” tegasnya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian