Komitmen Bupati Aji Tingkatkan Pelayanan, Ditandai Dengan Kick Off Semarak Satu Tekad Wujudkan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer Menuju Indonesia Emas
Pacitan, Liputan 68.com-Ini salah satu komitmen Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro dalam rangka meningkatkan pelayanan primer di Puskesmas, Pustu dan Posyandu.
Hal tersebut ditandai dengan Kegiatan Kick Off Semarak Satu Tekad Wujudkan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer menuju Indonesia Emas di Pantai Pancer Door, Senin (12/8) malam.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan, masyarakat dan lintas sektor. Selain itu juga meningkatkan dukungan dan support pemangku kebijakan sektoral serta masyarakat.
“Salah satu pilar utama dari enam pilar dalam menjalankan transformasi sistem kesehatan adalah transformasi pelayanan kesehatan primer,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Daru Mustikoaji dalam sambutannya.
Menurut Daru, transformasi Pelayanan Kesehatan Primer, memiliki 3 fokus kritical point yaitu:
a. Pelayanan kesehatan berdasarkan Siklus Hidup, yang meliputi:
– Ibu Hamil, Bersalin dan Nifas
– Balita dan Anak Pra Sekolah
– Usia Sekolah dan Remaja, Usia Dewasa dan Lansia.
b. Mendekatkan Layanan Kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa dan dusun karena unit penyedia pelayanan kesehatan Primer ( puskesmas, pustu) dan posyandu mempunyai fasilitas dan SDM yang terstandar.
c. Memperkuat Pemantauan Wilayah Setempat melalui digitalisasi dan pemantauan dengan dashboard situasi kesehatan perdesa serta kunjungan rumah dimana 100% wilayah dan kondisi kesehatan penduduk akan terpantau secara berkala.
Adapun peserta kegiatan Promosi dari Launching Kick Off Semarak Satu Tekad Wujudkan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer menuju Indonesia Emas tersebut adalah, Kepala daerah yang dalam kesempatan ini dihadiri Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, jajaran Forkompinda, Kepala Perangkat Daerah (OPD), Kepala Puskesmas dan staff di 24 Puskesmas dan ribuan masyarakat.
Dengan telah dilaunchingnya program ILP ini setidaknya Point Of View ILP dapat tercapai. Yaitu, Puskesmas dari pelayanan yang berorientasi pada program akan berubah menjadi pada pelayanan yang berorientasi pada siklus hidup.
Unit Pelayanan di Desa / Kelurahan (Pustu) berorientasi pada siklus hidup dengan tenaga: 1 perawat dan 1 bidan dan 2 orang kader.
Posyandu melakukan pelayanan berorientasi pada siklus hidup dari sistem pelayanan 5 meja menjadi langkah ( Ada 5 langkah pelayanan di Posyandu, Langkah 1 : Pendaftaran, Langkah 2 : Pengukuran, Langkah 3 : Pencatatan, Langkah 4 : Penyuluhan, Langkah 5 : Pelayanan Kesehatan ).
“Pelayanan Kesehatan baik di Posyandu, Pustu dan Puskesmas akan banyak melakukan kegiatan skreening faktor resiko penyakit menular dan tidak menular,” tuturnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan