Liputan BERITA

Pilkada Langsung Pacitan, Belum Pernah Ada Putra Mantan Bupati Jadi Bupati. Ronny Wahyono Mencoba Merintis Sejarah

Ditulis oleh Liputan68 pada 15 Agustus 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Di dua dekade berjalan sejak diselenggarakannya pemilihan kepala daerah langsung di Pacitan, belum pernah terjadi anak kandung mantan bupati, melanjutkan estafet kepemimpinan ayahandanya.

Mulai Bupati Suyono, Indartato dan juga Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro.

Mungkin baru di periode mendatang, ada salah satu putra mantan Bupati Pacitan yang hendak ikut berkontestasi di pentas Pilbup serentak 2024.

Dia adalah Ronny Wahyono, sekalipun jalan menuju panggung Pilkada masih cukup berliku mengingat ketentuan regulasi minimal jumlah kursi parlemen yang dimiliki gabungan partai politik, belum terpenuhi.

Sementara ini, baru tiga partai politik parlemen dengan 6 kursi DPRD yang kemungkinan besar bersepakat untuk mendorong pimpinan tertinggi di DPRD Pacitan itu maju sebagai calon bupati.

Ketiga partai pemilik kursi DPRD tersebut masing-masing adalah, PKS, PPP dan NasDem.

Gabungan tiga partai politik tersebut belum bisa memiliki tiket pencalonan. Mereka harus melakukan lobi-lobi politik dengan partai lain untuk memenuhi minimal 9 kursi DPRD, agar bisa mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Ronny Wahyono pada kesempatan bersilaturahmi dengan perwakilan pengurus Forum Pewarta Pacitan (FPPA) mengatakan, kalau dirinya akan mengikuti seperti air mengalir. “Kalau ada aspirasi masyarakat dan dorongan dari partai, ya saya tetap maju. Pasrah sama Gusti Allah,” ucap Ronny, kemarin.

Ronny yang merupakan politikus Partai Demokrat ini, menegaskan kalau dirinya sangat patuh dengan ketentuan dari partai yang telah mengusungnya hingga terpilih selama empat periode berjalan sebagai anggota DPRD. “Saya tetap hormat dengan Pak SBY. Beliau merupakan tokoh yang sangat disegani dan dihormati masyarakat Pacitan,” terang dia.

Untuk itu, maju sebagai calon bupati bukan dilandasi ambisi pribadi. Namun lebih didasarkan pada aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya perubahan di Pacitan. “Saya ini Demokrat. Namun jika ada dorongan masyarakat dan partai, saya siap mundur sebagai anggota DPRD untuk keperluan maju sebagai calon bupati.

Akan tetapi jika tidak (batal maju calon bupati), saya akan tetap mendukung pasangan calon dari Demokrat,” tandasnya.

Niat majunya Ronny sebagai calon bupati, bisa dimaknai sebagai titik awal seorang putra mantan bupati yang berkeinginan melanjutkan jejak ayahandanya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian