Liputan BERITA

Memperingati Diesnatalis KE-71, DPC GMNI Pacitan Gelar Sambung Rasa Dan Doa Bersama

Ditulis oleh Liputan68 pada 24 Maret 2025 • ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pacitan sukses menggelar acara Sambung Rasa dan Do’a Bersama dalam rangka memperingati Dies Natalis GMNI yang ke-71.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung MUI Kabupaten Pacitan pada Minggu, 23 Maret 2025, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi, Kepala Bakesbangpol Pacitan, Munirul Ichwan, jajaran Persatuan Alumni GMNI Pacitan, serta barisan nasionalis Kabupaten Pacitan.

Dalam sambutannya, Ketua DPC GMNI Pacitan, Dela Prastisia, menekankan pentingnya rejuvenasi gerakan agar GMNI tetap relevan di tengah perubahan zaman. Namun, ia mengingatkan bahwa rejuvenasi ini tidak boleh sampai menghilangkan jati diri GMNI sebagai organisasi perjuangan.

“Rejuvenasi gerakan sangat penting dilakukan agar GMNI tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman. Namun, rejuvenasi ini tidak boleh sampai menghilangkan jati diri GMNI itu sendiri. Selain itu, pengkaderan yang serius, menjaga militansi, dan independensi gerakan juga menjadi sangat penting. Jangan sampai GMNI, yang selama ini dikenal sebagai kawah candradimuka gerakan, justru terkooptasi oleh kepentingan pragmatis,” tegas Dela.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Pacitan, Munirul Ichwan, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar GMNI dapat menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun Pacitan.

“GMNI diharapkan mampu menjadi mitra kritis dan mitra strategis pemerintah dalam memajukan Pacitan. Selain itu, saya berpesan kepada seluruh kader GMNI untuk senantiasa menjaga produktivitas, karena itu adalah roh utama dari sebuah organisasi,” ujar Munirul.

Senada dengan Munirul, Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi, menegaskan pentingnya konsistensi gerakan dalam GMNI. Ia juga mengingatkan agar kader-kader GMNI selalu berpegang teguh pada cita-cita Tri Sakti Bung Karno, terutama dalam aspek berdikari di bidang ekonomi.

“Kader-kader GMNI harus tetap menjaga konsistensi gerakan dan berpegang teguh pada cita-cita Tri Sakti Bung Karno, salah satunya adalah berdikari dalam bidang ekonomi. Visi GMNI dan Pemerintah Kabupaten Pacitan sejatinya sejalan, yakni membawa Pacitan ke arah yang lebih baik dan lebih sejahtera. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh kader GMNI untuk menguasai multidisiplin ilmu agar bisa dijadikan sebagai pisau analisis dalam memahami dan menyikapi realitas sosial,” tutur Arif Setia Budi.

Dalam sambutan terakhir, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, mengingatkan pentingnya semangat perjuangan dan komitmen terhadap kaum marhaen, sesuai dengan visi GMNI.

“GMNI harus tetap menjaga semangat perjuangan dan komitmen terhadap kaum marhaen. Sesuai dengan visi organisasi, GMNI diharapkan juga mampu menjadi mitra pemerintah dalam upaya pemberantasan kemiskinan, yang juga merupakan visi utama Pemerintah Kabupaten Pacitan,” ungkap Kemal Pandu.

Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur, do’a bersama, dan sesi Sambung Rasa yang menjadi ajang diskusi antara alumni dan kader-kader GMNI Pacitan.

Dengan terselenggaranya acara ini, GMNI Pacitan berharap dapat terus memperkuat militansi kader, menjaga konsistensi gerakan, serta mempererat hubungan antara kader dengan berbagai elemen di daerah dalam rangka memperjuangkan kepentingan rakyat dan memajukan daerah.(****).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian