Satu Perangkap Sampah Milik Dinas PUPR Pacitan Jebol, Gara-Gara Diterjang Kayu Gelondongan Yang Sengaja Di Taruh Pada Aliran Sungai. Kabid PLAM: Masyarakat Diharapkan Ikut Handarbeni
Pacitan,Liputan 68.com- Gara-gara diterjang kayu gelondongan yang sengaja di taruh di aliran air, satu perangkap sampah milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pacitan yang berlokasi di Kali Tani, tepatnya di Lingkungan Gerdon, Kelurahan Pucangsewu, jebol tak bisa difungsikan lagi.
Padahal, perangkap sampah tersebut sebagai pengendali banjir kota yang memang sengaja dipasang pada aliran sungai untuk menahan tumpukan sampah yang terbawa arus.
Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Air Minum (PLAM) Dinas PUPR setempat, Tony Setyo Nugroho mengatakan, perangkap sampah tersebut merupakan program dari Dinas PUPR sebagai upaya pengendalian banjir kota.
“Perangkap sampah itu kita pasang di empat titik. Yang pertama ada di Blimbing, Pucangsewu, saluran praman dan di Gerdon. Yang saat ini rusak ada di lingkungan Gerdon.
Jaring perangkap jebol karena diterjang kayu gelondongan yang sengaja di taruh di aliran air,” kata Tony, saat dikonfirmasi melalui saluran telepon selulernya, Senin (16/6/2025).
Menurutnya, perangkap tersebut berfungsi untuk menghalau sampah agar tidak hanyut ke hulu sungai. “Kalau tidak ada perangkap, sampah yang hanyut di aliran sungai bisa masuk ke gorong-gorong sehingga aliran air jadi tersumbat. Dampaknya, air bisa meluber dan berakibat terjadinya banjir kota,” jelas Tony.
Lebih lanjut pejabat eselon IIIB ini berharap, masyarakat bisa ikut handarbeni adanya perangkap sampah tersebut.
Sekalipun hanya berupa jaring yang terpasang ditengah aliran sungai, namun alat tersebut sangat berfungsi untuk meminimalisir terjadinya banjir kota.
“Perangkap sampah tersebut saat ini memang rusak dan belum diperbaiki. Oleh karena itu, masyarakat juga harus ikut menjaga keberadaan perangkap sampah itu.
Jangan buang sampah sembarangan, apalagi di aliran sungai. Termasuk menaruh kayu gelondongan, ya kalau pas arusnya deras, bisa membuat jaring terkoyak dan akhirnya jebol,” tukasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan