Liputan BERITA

Banyaknya Kasus Kematian Mendadak, Ini Penyebabnya Menurut JTP, Dokter Senior Di RSUD dr Darsono Pacitan

Ditulis oleh Liputan68 pada 14 Agustus 2025 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Belakangan, kasus kematian secara mendadak kerap terjadi di Pacitan.

Mayoritas, korban tidak merasakan sakit. Namun tiba-tiba lemas, sakit pada dada sebelah kiri, lantas meninggal dunia.

Pada beberapa kasus kematian mendadak seperti itu, banyak terjadi setelah mereka berolahraga.

Dokter senior di RSUD dr Darsono, Johan Tri Putranto, mengatakan bahwa kematian mendadak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk masalah jantung dan stroke.

“Berdasarkan gejala seperti sakit pada dada sebelah kiri dan lemas setelah berolahraga, kemungkinan besar penyebabnya terkait dengan kondisi jantung,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).

Mantan Kepala UPT Puskesmas Gondosari, Dinas Kesehatan Pacitan ini menjelaskan, ada beberapa penyebab kematian mendadak, yang salah satunya adalah masalah jantung.

Serangan jantung, peradangan otot jantung (miokarditis), dan kelainan jantung sejak lahir seperti kardiomiopati hipertrofi dapat menyebabkan kematian mendadak.

Selain itu, juga penyakit stroke. “Stroke juga bisa menjadi penyebab kematian mendadak, terutama jika terjadi pada pembuluh darah besar di otak, yang menyebabkan kerusakan otak yang fatal.

Pecahnya aneurisma pada pembuluh darah arteri juga dapat menyebabkan kematian mendadak,”jelas dokter umum yang juga duduk pada jabatan struktural sebagai Kepala Tata Usaha, RSUD dr Darsono ini.

Lebih lanjut, Johan mengatakan faktor usia juga rentan mengalami kematian mendadak terutama mereka yang berusia di atas 65 tahun. “Laki-laki memiliki risiko dua kali lebih tinggi mengalami henti jantung dibandingkan perempuan,”sebut dia.

Lantas bagaimana pencegahannya? Johan mengungkapkan gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat, kelola stres, tidur yang cukup, dan rajin berolahraga, merupakan kunci untuk terhindar dari risiko kematian mendadak. Sekalipun semua itu tak lepas dari ketentuan takdir yang diatas.

Johan juga menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan secara rutin utamanya kadar kolesterol dan tekanan darah untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan.

“Perhatikan tanda-tanda awal penyakit jantung seperti nyeri dada, sesak napas, atau detak jantung tidak teratur,” pesannya.(Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian