Liputan BERITA

Hujan Petir Mengintai Pada Ahad Besok. BPBD Pacitan Naikkan Status Kesiapsiagaan

Ditulis oleh Liputan68 pada 10 Januari 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan masih akan terjadi pada Ahad (11/1/2026).

Kondisi cuaca tersebut berpotensi disertai petir, sebagaimana peringatan dini yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, mengatakan bahwa rilis BMKG menempatkan Pacitan bersama sejumlah daerah lain di Jawa Timur dalam status waspada hujan sedang–lebat. Meski tidak masuk kategori ekstrem, kondisi ini dinilai cukup berisiko memicu bencana hidrometeorologi.

“BMKG memetakan wilayah waspada hujan sedang–lebat di antaranya Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Jombang, Kota Batu, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Malang, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Lamongan, Madiun, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Trenggalek, Tuban, Tulungagung, Ngawi, Pacitan, dan Ponorogo,” ujarnya saat melakukan pemantauan cuaca, Sabtu (10/1/2026) malam.

Sementara itu, BMKG juga menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Banyuwangi, Bondowoso, Gresik, Jember, Kediri, Lumajang, Probolinggo, dan Sumenep. Bahkan, Kabupaten Magetan masuk dalam status awas, meski secara umum tidak ditemukan potensi hujan ekstrem.

“Untuk hujan sangat lebat maupun ekstrem, BMKG mencatat nihil. Namun hujan lebat disertai petir tetap perlu diwaspadai,” tegas Erwin, yang juga merupakan pejabat alumni Sekolah Tinggi Kepamongprajaan ini.

Secara khusus untuk Pacitan, prakiraan cuaca menunjukkan hujan disertai petir berpeluang terjadi pada Ahad (11/1/2026). Kondisi serupa juga diperkirakan melanda sejumlah wilayah lain di Jawa Timur, termasuk Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Kota Batu, Kota Malang, Lamongan, Lumajang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, Trenggalek, Tulungagung, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo.

Selain potensi hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk wilayah Sumenep.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Pacitan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di kawasan rawan bencana seperti perbukitan, bantaran sungai, dan wilayah pesisir.

“Tidak perlu panik, tetapi tetap waspada. Segera laporkan apabila terjadi bencana dan perkuat komunikasi lintas sektor bersama TNI-Polri,” imbuh Erwin.

Ia menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara terpadu dengan pendekatan pentahelix, melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat.

“Bencana tidak bisa ditangani sendiri. Sinergi semua pihak menjadi kunci,” pungkasnya.(Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian