Adipura Bukan Akhir Perjuangan, Pacitan Diminta Bersatu Jaga Bumi dari Sampah Plastik
Pacitan,Liputan 68.com-Predikat peraih Piala Adipura yang disandang Kabupaten Pacitan bukanlah garis finis dalam pengelolaan lingkungan, melainkan titik awal untuk perjuangan yang lebih panjang.
Prestasi tertinggi di bidang kebersihan itu menuntut komitmen bersama agar tidak sekadar menjadi kebanggaan seremonial.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan, Cicik Ruhdhotul Jannah, menegaskan bahwa mempertahankan Adipura justru lebih berat dibanding meraihnya. Tantangan utama yang kini dihadapi adalah meningkatnya volume sampah plastik, seiring perubahan pola konsumsi masyarakat.
Menurut Cicik, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga komunitas lingkungan agar upaya menjaga kebersihan berjalan berkelanjutan.
“Adipura adalah hasil kerja kolektif. Kalau ingin terus bertahan, kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari, terutama mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” ujarnya, usai gelar apel pagi, Senin (12/1/2026).
Cicik juga menegaskan, penilaian Adipura tahun ini tidaklah sama seperti dua tahun lalu yang menurutnya cukup berat. Mengingat ada beberapa indikator yang perlu efforts cukup tinggi untuk mencapainya.
Untuk itu, DLH Pacitan terus mendorong berbagai program strategis, mulai dari penguatan bank sampah, edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah, hingga kampanye pengurangan plastik di ruang publik.
Langkah tersebut diharapkan mampu membangun budaya bersih yang mengakar, bukan hanya demi mempertahankan Adipura, tetapi demi kualitas lingkungan hidup yang lebih sehat.
Diawali semangat gotong royong dan kepedulian bersama, Pacitan diharapkan tak hanya dikenal sebagai daerah peraih Adipura, namun juga sebagai kabupaten yang konsisten “menjaga bumi tetap cantik, lestari, dan bebas dari ancaman sampah plastik”.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan