Pacitan,Liputan 68.com-Harga cabai rawit di Kabupaten Pacitan mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Hingga Kamis (29/1/2026), harga cabai rawit di tingkat pedagang eceran telah menembus Rp 72.000 per kilogram. Kenaikan ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal yang sebelumnya berada di kisaran Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per kilogram.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan harga terjadi hampir merata di sejumlah pasar tradisional dan warung penjual sayur di Pacitan. Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner, mulai mengeluhkan tingginya biaya bahan baku.
Sri, salah seorang pemilik warung makan di Pacitan, mengaku terkejut saat berbelanja cabai rawit pada Kamis pagi. Ia menyebut, harga cabai rawit melonjak tajam hanya dalam waktu singkat.
“Biasanya harganya sekitar Rp 42 ribu per kilo. Tadi pagi saya beli seperempat kilo sudah Rp 18 ribu. Kalau satu kilo berarti Rp 72 ribu,” ujar Sri.
Kenaikan harga cabai rawit diduga dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah berkurangnya pasokan dari daerah penghasil akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan hasil panen menurun. Curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir juga berpengaruh terhadap kualitas dan produktivitas tanaman cabai.
Selain itu, meningkatnya biaya distribusi dan permintaan pasar turut mendorong harga cabai rawit semakin melambung. Cabai rawit sendiri merupakan komoditas hortikultura yang sangat sensitif terhadap perubahan cuaca dan pasokan, sehingga fluktuasi harga kerap terjadi.
Lonjakan harga ini berpotensi berdampak luas, terutama bagi pelaku usaha makanan dan rumah tangga. Bagi pemilik warung makan, kenaikan harga cabai rawit dapat meningkatkan biaya produksi, yang pada akhirnya bisa memengaruhi harga jual makanan atau porsi sajian.








