Baznas Pacitan Salurkan Zakat Profesi dan Infak, 300 Abang Becak hingga Penerima Beasiswa Terima Manfaat
Pacitan,Liputan68.com-Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan melalui pentasharufan dana zakat profesi dan infak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pacitan.
Sebanyak 300 abang becak, pelaku UMKM, hingga siswa penerima beasiswa mendapat manfaat dari penyaluran dana tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Pendopo, Mas Tumenggung Djogokardjo Kabupaten Pacitan, Rabu (12/8/2026), itu turut dihadiri Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Prayitno.
Pentasharufan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia Tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Baznas Kabupaten Pacitan menyalurkan bantuan kepada sejumlah kelompok masyarakat dengan bentuk bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima.
Sebanyak 300 abang becak menerima bantuan berupa paket sembako dan uang saku. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari pekerjaan sebagai pengayuh becak.
Tidak hanya menyasar kebutuhan konsumtif, Baznas juga memberikan perhatian terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Sebanyak lima pelaku UMKM mendapatkan dana bergulir yang diharapkan mampu menjadi tambahan modal untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Di bidang pendidikan, sebanyak 29 siswa SMP/MTs menerima bantuan beasiswa. Selain itu, terdapat pula tujuh bantuan beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) dari Baznas Provinsi Jawa Timur.
Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Prayitno, mengatakan pentasharufan zakat dan infak merupakan bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, zakat yang dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat.
Pentasharufan tersebut menunjukkan bahwa semangat berbagi dapat hadir dalam berbagai bentuk. “Bagi abang becak, bantuan menjadi penyangga kebutuhan keluarga. Bagi pelaku UMKM, dana bergulir menjadi pijakan untuk mengembangkan usaha. Sementara bagi para pelajar, beasiswa menjadi dukungan agar langkah menempuh pendidikan tetap dapat berjalan,” ujarnya, saat dikonfirmasi usai kegiatan.
Melalui pengelolaan zakat profesi dan infak yang amanah serta tepat sasaran, Baznas Kabupaten Pacitan diharapkan terus mengambil peran dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Bantuan yang disalurkan pun diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk kepedulian, tetapi mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi penerimanya.
“Di tengah semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga dapat dimaknai melalui kepedulian dan gotong royong—memastikan semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan untuk tumbuh, berdaya, dan menatap masa depan dengan lebih baik,”pungkasnya.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan