Liputan BERITA

20 Tahun Mengabdi, Camat Tyus dan 113 PNS Pacitan Diguyur Tanda Kehormatan

Ditulis oleh Yuyun Abdhi pada 13 Agustus 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com-Pengabdian yang panjang akhirnya menemukan bentuk penghormatan. Sebanyak 114 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Pacitan menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Tahun 2026, Kamis (13/8/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kesetiaan dan pengabdian para aparatur negara dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat selama 10, 20, hingga 30 tahun.

Di antara para penerima penghargaan, terdapat nama Widhi Kusumanityas, yang akrab disapa Tyus. Perempuan yang kini dipercaya sebagai Camat Pringkuku itu menerima Satyalancana Karya Satya atas masa pengabdian selama 20 tahun.

Sebelumnya, Tyus pernah mengemban amanah sebagai Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan. Perjalanan karier tersebut menjadi bagian dari proses panjang pengabdian dan tanggung jawabnya sebagai aparatur sipil negara.

Lebih dari sekadar seremoni, pemberian Satyalancana Karya Satya menjadi pengingat bahwa karier seorang aparatur dibangun melalui proses, rekam pengabdian, kompetensi, tanggung jawab, dan konsistensi dalam menjalankan amanah.

Dalam konteks birokrasi modern, penghargaan semacam ini sekaligus mempertegas pentingnya semangat meritokrasi, bahwa setiap capaian dalam karier pemerintahan semestinya bertumpu pada kinerja, integritas, kompetensi, serta rekam jejak pengabdian.

Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh penerima penghargaan.

Menurutnya, Satyalancana Karya Satya bukan sekadar tanda kehormatan. Penghargaan tersebut merupakan simbol perjalanan panjang seorang aparatur dalam mengabdikan diri kepada negara dan masyarakat.

Semangat itu menjadi penting di tengah tuntutan birokrasi yang semakin dinamis. Pengabdian tidak hanya diukur dari lamanya seseorang berada dalam institusi, tetapi juga dari bagaimana waktu dan kesempatan tersebut diubah menjadi kinerja yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, 114 penerima Satyalancana Karya Satya tahun ini bukan sekadar nama-nama dalam daftar penghargaan. Mereka merepresentasikan perjalanan panjang aparatur Pacitan dalam menjaga profesionalitas pelayanan publik.

Bagi Tyus dan para penerima lainnya, penghargaan tersebut bukanlah garis akhir. “Kepercayaan yang lahir dari pengabdian harus terus dijaga melalui kerja nyata, kompetensi, dan integritas,” ujar Tyus.

Sebab dalam birokrasi yang menjunjung meritokrasi, penghargaan atas masa pengabdian seharusnya berjalan beriringan dengan penghargaan terhadap kinerja dan kapasitas. Dari sanalah pengabdian memperoleh makna yang lebih dalam: bukan sekadar berapa lama mengabdi, melainkan seberapa besar manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat dan daerah.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuyun Abdhi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian