Liputan BERITA

P3Wilsen ISI Yogyakarta 2026 Siap Diterjunkan ke Pacitan, Pemkab Sambut Kolaborasi Pengembangan Seni

Ditulis oleh Yuyun Abdhi pada 13 Agustus 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com- Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan potensi seni dan budaya daerah melalui Program Pembinaan dan Pengembangan Wilayah Seni (P3Wilsen) tahun 2026. Kabupaten Pacitan menjadi salah satu wilayah yang akan menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut selama Agustus hingga September 2026.

Sebelum para dosen dan mahasiswa diterjunkan ke wilayah sasaran, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ISI Yogyakarta menggelar kegiatan Pengarahan dan Penyerahan Tim Pelaksana P3Wilsen. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung Jumat, 14 Agustus 2026, di Ruang Rapat 3 Gedung Rektorat Lantai 3 ISI Yogyakarta, Jalan Parangtritis Km 6,5, Yogyakarta.

Kegiatan yang dijadwalkan mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah sebelum program pengabdian dilaksanakan di lapangan.

Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerjasama Pacitan, Hesti Suteki, menyampaikan bahwa kehadiran P3Wilsen ISI Yogyakarta merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara pemerintah daerah dengan dunia pendidikan tinggi, khususnya dalam menggali dan mengembangkan potensi seni serta budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Menurutnya, Pacitan memiliki kekayaan seni dan budaya yang dapat terus dikembangkan, tidak hanya sebagai warisan yang dijaga, tetapi juga sebagai sumber kreativitas dan kekuatan pembangunan daerah.

Kolaborasi dengan ISI Yogyakarta diharapkan mampu menghadirkan perspektif akademik sekaligus pendekatan kreatif dalam mendampingi masyarakat. Interaksi langsung antara dosen, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan yang dapat memperkaya proses pengembangan kesenian di daerah.

“Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan semata, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan turut memperkuat ekosistem seni dan budaya di Pacitan,” ujar Hesti, Kamis (12/8).

P3Wilsen sendiri menjadi ruang bagi perguruan tinggi seni untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Dosen dan mahasiswa tidak sekadar membawa pengetahuan dari kampus, tetapi juga belajar dari kekayaan tradisi, kreativitas, serta dinamika sosial-budaya masyarakat di wilayah sasaran.

Bagi Pacitan, kehadiran tim P3Wilsen menjadi peluang untuk mempertemukan potensi lokal dengan gagasan-gagasan baru. Dari ruang-ruang kebudayaan masyarakat, proses kreatif diharapkan tumbuh menjadi karya, pengetahuan, dan praktik seni yang semakin relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar tradisinya.

Melalui program tersebut, sinergi antara ISI Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Pacitan diharapkan dapat terus berkembang. Seni tidak hanya ditempatkan sebagai ekspresi kebudayaan, tetapi juga sebagai bagian penting dari pembangunan manusia, penguatan identitas daerah, dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan pengarahan dan penyerahan tim P3Wilsen menjadi penanda dimulainya langkah tersebut—dari ruang akademik di Yogyakarta menuju ruang-ruang kehidupan masyarakat Pacitan, tempat seni dan budaya terus tumbuh, diwariskan, dan menemukan bentuk-bentuk baru.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuyun Abdhi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian